Masjid Agung Madani Rokan Hulu

Masjid Agung Madani yang dibangun dengan budaya timur tengah, dengan 1 kubah utama dan beberapa kubah sekunder, dilengkapi pula dengan 4 kubah di masing-masing sudut bangunannya menjadi sebuah landmark dan kebanggaan untuk masyarakat Rokan Hulu.

Masjdi Agung Madani Rokan Hulu

Bangunan Masjid Agung Madani berdiri di Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Selain menjadi sebuah tempat ibadah “Masjid Agung” untuk Kabupaten Rokan Hulu, ternyata masjid ini juga merupakan salah satu destinasi wisata religi yang dimiiki oleh Kabupaten Rokan Hulu. Banyak dari pelancong maupun para wisatawan yang sengaja mengunjungi masjid ini utnuk melihat kemegahan gaya arsitektural bangunannya yang kental dengan budaya Timur Tengah. Wisatawan yang berkunjung ke Masjdi Agung Madani bukan hanya berasal dari Indonesia saja, bahkan dari Mancanegara juga sering datang untuk menyaksikan sendiri kemegahan sebuah masjid.

Bangunan Masjdi Agung Madani Rokan Hulu didirikan diatas tanah seluas 22 hektar. Bangunan utamanya didirikan seluas 15.800 meter persegi, sehingga jamaah yang dapat ditampung mencapai angka 20.000 orang sekaligus.

Arsitektural Masjid Agung Madani Rokan Hulu

interior Masjdi Agung Madani Rokan Hulu

Bangunan Masjid Agung Madani Rokan Hulu ini didesain sedemikian rupa agar mirip dengan Masjid Nabawi, di Madinah. Sehingga, berbagai implementasi simbol dan lambang agama islam banyak terlihat di masjid ini.

Berbagai hiasan kaligrafi juga terlihat dihampir setiap sudut bangunan ruang utamanya. Sebagai sumber penerangan, terdapat 1 lampu gantung berukuran jumbo seberat 2 ton. Lampu Gantung tersebut dibuat dari bahan Plat Kuningan yang didatangkan langsung dari Italia. Ornamen yang turut dipasang pada lampu gantung tersebut adalah Batu Oksi yang berasal dari Jawa timur. Beberapa batu hias seperti Akik yang berasal dari Kalimantan dan Turki, serta beberapa batu Chris Topas dari Jawa Barat juga turut dipasang untuk membuat efek megah pada lampu gantungnya. Kemudian, Hiasan Batu Kalimaya yang berasal dari Banten juga turut diimplementasikan pada lampu gantung. Sedangkan untuk kaca lampunya dibentuk dengan desain Gold Spectrum, yang di import langsung dari Amerika.

Filosofi dari Lampu Gantung dengan berbagai hiasan unik tersebut adalah : bagian tengah yang berbentuk cekungan melambangkan perisai muslim haruslah kuat, kemudian bagian rantai yang kokoh menyimbolkan bahwa persatuan umat muslim harus kokoh dan sulit untuk dipecah belah.

Beberapa simbol lain adalah adanya 8 buah pedang Sabilillah Khaidir Ali, kemudian 16 busur Sayyidina Ali bin Abi Tholi, 8 tombak Abu Bakar Assidiq, melambangkan perjuangan islam yang harus kita kenang selamanya. Lalu, beberapa simbol kejayaan Islam dilambangkan dengan Bunga Kusuma, dan Kaligrafi Al-Fatihah, Annas, Al-Kafirun, dan 99 Asmaul Hunsa yang dilukis dengan sangat indah mengelilingi bentuk lampu gantung tersebut.

Sedangkan untuk desain kubah yang dimiliki oleh Masjid Agung Madani Rokan Hulu ini memang cukup unik. Bagian kubah utama yang berukuran paling besar memiliki diameter hingga 25 meter, tinggi 55

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *