Masjid Assa’adah Polda Sumsel

Masjid Assa’adah Polda Sumsel beralamatkan di Komplek Mapolda Sumsel, Jln. Jenderal Soedirman, KM 3,5, Desa Pahlawan, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Masjid Assa’adah ini menjadi sebuah masjid yang terletak di lingkungan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, yang berada di pusat Kota Palembang.

Masjid Assa’adah Polda Sumsel

Polda Sumatera Selatan sebelumnya dikenal dengan nama “Polda Sumbagsel”. Artinya, wilayah kerjanya meliputi beberapa provinsi di pulau sumatera yaitu Sumsel, Jami, Bangkulu, Bangka Belitung dan Lampung. Inilah sebab mengapa sebuah prasasti pembangunan di Masjid Assa’adah ini memiliki prasasti yang menuliskan “Polda Sumbagsel”.

Pembangunan Masjid Assa’adah menjadi sangat jelas jika kita lihat prasasti yang terukir dengan sangat baik, dan diletakkan di tembok selatan.

Intinya, pada prasasti tersebut disebutkan bahwa Pembangunan Masjid Assa’adah dilakukan secara gotong-royog, bukan karena kontraktor pembangunan. Gagasan pembangunan masjid di Polda tersebut berasal dari Mayjend. Pol, Drs. Sidarto D. SH. Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya kegiatan pembangunan masjid dilakukan pada tanggal 15Oktober 1987 silam, oleh Kapolri Jend. Pol. Drs. Moch. Sanusi. Pembangunan Masjid Assa’adah Polda Sumsel ini baru selesai dan diresmikan pada tanggal 9 September 1988, oleh Drs. M.H. Ritonge, Kapolda Sumbagsel.

Ada 1 lagi prasasti yang terletak di masjid ini. Prasasti kedua mengatakan tentang prosesi pembangunan Menara Masjid Assa’adah yang juga dibangun dengan landasan azas gotong-royong , di gagas oleh Drs. H. Rukman S, Kapolda Sumbagsel. Beliau juga yang telah meresmikan menara yang menjulang tinggi tersebut.

Masjid Assa’adah ini dibangun dengan arsitektural yang sangat rumit, khas Indonesia, berupa bangunan masjid berdenah persegi empat, dengan atap limasan bersusun tiga. Pada bagian puncak atapnya dilengkapi dengan 1 kubah bawang berukuran cukup besar. Corak warna yang membalut kubah tersebut adalah warna biru ditambah dengan beberapa warna kuning cerah. Untuk keseluruhan atap masjidnya di cat dengan warna hijau.

interior Masjid Assa’adah Polda Sumsel

Meskipun atapnya berbentuk limasan bersusun tiga, namun tidak ada tiang yang menopang struktur atap tersebut didalam masjid.

Sebanyak tiga sisi bangunannya dilengkapi dengan teras. Teras sisi timur digunakan sebagai tempat bedug berukuran besar yang menjadi hadiah dari Satuan Brimobda Polda Sumbagsel pada tanggal 12 April 1988. Bedug tersebut berukir lambang Padma, yakni sebuah lambang kesatuan Sat Brimob.

Selain kantor sekretariat yang juga dibangun di masjid ini, juga ada kantor untuk LPPTKA, BKPRMI, atau biasa disebut dengan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al-Qur’an. Selain itu, ada juga Badan Komunikasi Remaja Masjid Indonesia, beserta Skretariat Ikatan Remaja Masjid (Irmas) Assa’adah Mapolda Sumatera Selatan.

Jadi, pada satu sisi masjid ini terdapat berbagai ruangan yang berjejer satu sama lain dengan fungsi yang berbeda-beda pula. Beberapa kantor skretariat tersebut dibangun di sisi kiri, atau teras bagian utara masjidnya.

Pada bagian lantainya dipakai keramik berwarna gelap, sehingga kesan yang pertama kali didapatkan adalah suatu ruangan yang adem. Namun pada bagian dalam lantai tersebut dilapisi semua oleh karpet sajadah berwarna merah.

Sebuah menara yang menjulang tinggi juga ikut dibangun terpisah dengan bangunan utamanya. Ada beberapa cerukan yang dapat kita lihat di sisi luar menara yang menjadi ciri khas. Kemudian, dipasangkan pula beberapa jendela transparan sebagai ventilasi udara dan cahaya untuk menara. Pada bagian puncak menara diberikan 1 kubah berukuran cukup besar, yang terbuat dari metal, dengan ornamen pada puncaknya bertuliskan lafadz “Allah”.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *