Masjid Jami’ Al-Muttaqin, Ciantra, Cikarang Selatan

Masjid Jami’ Al-Muttaqin ini juga terletak di daerah Kampung Kukun RT/RW 09/05, Ds. Ciantra, Kec. Cikarang Selatan, Kab. Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Letak tepatnya adalah di sekitar Villa Mutiara, hanya beberapa meter dari tempat tersebut.

Masjid Jami’ Al-Muttaqin, Ciantra, Cikarang Selatan

Masjid ini masih terlihat gress dan baru, apalagi cat-catnya masih terawat dengan baik. Bangunannya terlihat mencolok di tengah Kampung Ciantra dengan dominasi warna kream, kuning dan biru. Masjid ini dibangun dengan sebuah kubah utama berukuran lumayan besar, dengan balutan warna biru, ditambah dengan ornamen bulan bintang khas sebuah masjid.

Dibagian timur menara tersebut terdapat sebuah plakat dengan tulisan “Masjid Jami’ Al-Muttaqin” yang dibuat dengan bentuk setengah lingkaran. Kemudian di 4 sudut menaranya terdapat 4 menara kecil ramping. Kemudian, pilar-pilar segi empat dengan lengkungan  setengah lingkaran dan bentuk kubah menghiasi bagian sisi bangunan masjid tersebut.

Bangunan Masjid Jami’ Al-Muttaqin ini memiliki angka unik pada setiap bangunannya yang selalu berhubungan dengan aka tiga. Yang pertama dapat kita lihat adalah undakan anak tangga yang berjumlah tiga. Kemudian, pada bagian atap juga dibuat dengan 3 undakan pada 4 menara disetiap sudutnya.

Angka 3 disini ternyata sangat erat kaitannya dengan pedoman hidup seorang muslim yaitu Islam, Iman, dan Ihsan yang harus senantiasa dimiliki oleh seorang muslim agar hidupnya bahagia di dunia dan di akhirat.

Keseluruhan interior bangunan Masjid Jami’ Al-Muttaqin ini dilapisi dengan keramik bersih, mulai dari lantai hingga seluruh dinding bagian dalamnya. Keramik tersebut berwarna coklat bersih. Yang berbeda adalah pada 4 soko gurunya yang dihias dengan keramik berbagai warna yaitu putih, coklat dan hitam.

Soko Guru yang berjumlah 4 tersebut dibuat dengan desain bundar dan menopang langsung atap masjid serta kubah dan menaranya.  Disekitar kubah  diberikan beberapa jendela sebagai sirkulasi udara dan pencahayaan alami untuk ruangannya.  Rongga kubah bagian dalam dibuat dengan desain segi delapan yang masing-masing seginya dilukis dengan kaligrafi yang sangat indah.

Untuk tempat wudhu dan toilet diletakkan di bagian selatan bangunan utama, namun terpisah.  Kemudian halaman parkirnya lumayan luas karena masjid ini merupakan masjid jami’ yang menjadi pusat untuk kegiatan keagamaan masyarakat sekitar. Lantai parkirnya juga sudah dilapisi dengan susunan batu bata merah, sehingga pemandangan klasik dapat terlihat dari masjid ini.

Yang unik disini adalah antara atap dan bangunan utama dibuat semacam jarak untuk sirkulasi udara dan sinar matahari, sehingga jika pada siang hari jarak tersebut justru akan terlihat seperti lampu. Apalagi sirkulasi cahaya dari bagian kubah juga sangat memadai.

interior Masjid Jami’ Al-Muttaqin, Ciantra, Cikarang Selatan

Bagian mihrabnya sendiri terlihat sangat luas dengan 2 pilar yang saling berjauhan namun disambungkan dengan lengkungan kecil. Dibagian atas mihrab terdapat lukisan kaligrafi yang melengkung sehingga terkesan sangat indah.

Pada tembok mihrab bagian depan diberikan satu jendela fiber sebagai sirkulasi cahaya matahari, kemudian disamping kanan kiri jendela tersebut diberikan keramik bermotif ka’bah. Sebuah mimbar berbentuk podium juga diletakkan di bagian samping imaman, namun karena ruangannya sudah cukup lebar maka ruangan ini sudah dinilai cukup.

Jamaah dimasjid ini akan selalu padat apalagi pada saat sholat maghrib dan isya karena masyarakat sekitar sudah banyak yang pulang dari hiruk pikuk pekerjaan mereka. Sehingga jamaahnya hingga ke serambi masjidnya.

Puncak keramaian akan terjadi pada saat perayaan hari-hari besar islam dimana jamaah bahkan akan sampai pada bagian pelatarannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *