Masjid ‘Kubah Pelangi’ An-Nurumi Candisari

Yogyakarta tidak hanya terkenal sebagai kota Budaya dan kota Pelajar, disana juga memiliki berbagai macam bangunan tempat beribadah umat muslim. Dari usia masjid yang sudah sangat tua tetapi masih dipertahankan hingga sekarang sampai bangunan masjid yang baru dibangun dengan desainnya yang modern. Salah satu masjid yang memiliki daya tarik tersendiri karena memiliki desain dan gaya yang begitu menarik. Masjid tersebut bernama masjid An-Nurumi. Lokasi masjid An-Nurumi berada di Jalan Raya Yogya-Solo, Tirtomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempatnya berada di dalam komplek Rumah Makan Ayam Goreng Mbok Berek dan ternyata memang sengaja oleh pemiliki rumah makan tersebut. Beliau adalah Nur Indarti bersama anaknya yang bernama Umi Nur. Mereka memilih desain seperti bangunan legendaris Katedral Santo Basil yang merupakan sebagai ikon kota Moscow di Rusia. Mereka juga pernah mengunjungi langsung bangunan legendaris tersebut sehingga terinspirasi untuk membangun sebuah masjid disamping memang sebagai tempat beribadah umat muslim. Masjid An-Nurumi lebih dikenal juga oleh masyarakatnya dengan nama masjid Kremlin.

Masjid ‘Kubah Pelangi’ An-Nurumi Candisari

Di negara Rusia terdapat tempat wisata yang sangat terkenald an sering dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara. Destinasi wisata tersebut antara lain Lapangan Merah, Katedral Santo Basil dan Kremlim. Selain itu, ketiga tempat itu cukup berdekatan sehingga membuat turis asing yang mengunjungi tempat tersebut tak jarang salah menyebut nama dari ketiga destinasi wisata yang terkenal itu. Namun akhirnya pemilik warung makan dan anaknya sangat tertarik dan terpesona akan ketakjuban dari bangunan Katedral Santo Basil. Meskipun demikian para mastarakat sekitar masih sering menyebut bangunan masjid tersebut sebagai masjid Kremlin.

Sedangkan nama yang digunakan pada bangunan masjid tersebut sebenarnya berasal dari gabungan nama dari ibu Noor dan juga anaknya yang bernama Umi maka jika digabungkan menjadi Nurumi. Bentuk bangunan masjid tersebut sangat menarik siapapun yang melihatnya. Terutama para tamu yang sedang membeli menu makanan di rumah makan tersebut. Tak jarang jua dari berbagai orang yang sedang melakukan perjalanan dan berhenti disana untuk mengunjungi dan menikmati keunikan serta keindahan dari bangunan masjid An-Nurumi. Jika dibandingkan dengan bangunan Katedral Santo Basil, maka ukuran dari masjid An-Nurumi lebih kecil tapi arsitekturnya tak kalah menarik.

arsitektur kubah Masjid ‘Kubah Pelangi’ An-Nurumi Candisari

Pasangan ibu dan anak tersebut membangun masjid An-Nurumi dan telah diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkuu Buwono X pada tanggal 9 Agustus 2007 lalu. Meskipun bentuk dari bangunannya tidak seperti bangunan masjid pada umumnya melainkan seperti sebuah bangunan katedral, namun masjid An-Nurumi memiliki fungsi yang sama dengan bangunan masjid lainnya. Tetapi ada juga yang pertama kali melihat bangunan tersebut dan mengira bahwa itu adalah toko permen ataupun souvenir bukan seperti bangunan masjid. Tak hanya wisatawan lokal saja yang mengagumi bentuk bangunan masjid yang tersebut tetapi para wisatawan mancanegara yang sedang berlibur ke Yogyakarta dan melewati tempat itu pasti langsung tertarik oleh bangunan masjid An-Nurumi.

Dilihat dari segi bangunannya, masjid An-Nurumi memiliki paduan warna yang begitu menarik dan mencolok. Warna tersebut terdiri dari berbagai macam warna seperti warna kuning, biru, hijau, merah dan juga putih. Perpaduan dari semua warna tersebut terdapat pada bagian ornamen atap masjid yang begitu menarik dan unik. Ornamen tersebut dibentuk seperti bangunan setengan menara naun pada puncaknya diberi hiasan kubah namun ukurannya tidak besar. Kubah-kubah itupun dihias dengan warna perpaduan tersebut ditambah dengan hiasan berbagai garis yang begitu kreatif dan menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *