Masjid Agung Al-Fatah Kalabahi

Masjid Agung Al-Fatah terletak di Jln. R.A Kartini, Kecamatan Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Kalabai sendiri menjadi Kota Kecamatan Ibukota Kabupaten Alor. Kemudian Pulau Alor merupakan salah satu pulau paling tepi dan terluar di Indonesia yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Masjid Agung Al-Fatah

Berdasarkan data dari Kementerian Agama, pembangunan masjid ini pertama kali dibangun pada tahun 1916, dibangun dengan luas 349 meter persegi, kemudian dibangun diatas lahan wakaf seluas 1.396 meter persegi. Dengan bangunan yang lumayan luas, bangunan Masjid Agung Al-Fatah Kalabahi ini dapat menampung hingga 800 jamah sekaligus.

Masjid Agung Al-Fatah Kalabahi menjadi salah satu masjid tertua yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, karena sudah berumur 101 tahun.

Arsitektur Masjid Agung Al-Fatah

arsitektur Masjid Agung Al-Fatah

Masjid Agung Al-Fatah dibangun tanpa menara, namun meskipun tanpa menara bangunan masjid ini masih terasa megah, dengan arsitektur bangunannya mirip dengan arsitektur pada masjid-masjid terkemuka di Timur Tengah.

Diatas pintu masuk utama ada rongga-rongga yang berbentuk seperti kubah, begitu juga jendela masjid ini dibuat berongga, mirip dengan desain di Timur Tengah.

Pada bagian kubah utama masjid dibuat tidak terlalu tinggi, dibalut dengan warna ke-emasan dan lancip dibagian atasnya. Kemudian dibagian puncaknya, terdapat simbol bulan bintang khas bangunan masjid, dan juga sebagai simbol agama Islam yang begitu jelas.

Masjid ini berdiri tepat di pertigaan Jalan R.A Kartini, sehingga tempat parkirnya tidak terlalu luas, karena tepat berada di pinggir jalan. Untuk bangunanya sudah sangat modern, karena dibuat dengan beton dan cor sehingga tampak begitu kokoh dari luar. Pada bagian kiri dan kanan masjid disediakan tempat berwudhu untuk jama’ah pria dan wanita.

Jika masuk kedalam masjid, kita akan disuguhakan dengan suasana yang sangat kental dengan nuansa islam. Apalagi berbagai ornamen dan instrumen islam seperti kaligrafi dan lain sebagainya turut di pasang di masjid ini. Pada bagian ruang sholat utama dapat menampung hingga 400 jamaah sekaligus, dan biasanya penuh pada saat bulan Ramadhan tiba.

Sebagai lampu penerangan terdapat lampu gantung yang indah, beserta beberapa lampu kecil disekeliling lampu utama. Mihrab tidak dibuat menjorok keluar, namun dibuatkan ruang kecil dengan hiasan setengah kubah diatasnya.

Bangunan masjid ini memang tidak dibuat dengan beratap susun seperti bangunan-bangunan masjid pada umumnya, hanya dibuat dengan atap Cor dengan pipa saluran air untuk air hujan.

 

Aktifitas Masjid Agung Al-Fatah Kalabahi

Sebagai Masjid Agung Masjid Agung Al-Fatah Kalabahi ini selain difungsikan sebagai tempat peribadatan sholat fardhu dan sholat jum’at, juga menjadi pusat pelaksanaan Sholat 2 hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha. Biasanya pada saat perayaan tersebut, jamaah yang menghadiri masjid ini bahkan sampai tidak tertampung lagi dan harus menempati jalan raya tersebut.

Selain itu berbagai kegiatan bulan Ramadhan seperti berbuka puasa bersama juga turut dilakukan, kemudian dilanjutkan dengan sholat maghrib berjama’ah, lalu dilanjutkan dengan pengajian singkat untuk menambah keimanan masyarakat sekitar.

Lalu, berbagai pengajian rutin juga turut dilakukan, biasanya jamaah yang hadir untuk pengajian rutin adalah jamaah wanita dan anak-anak saja.  Meskipun sudah berumur 101 tahun, namun bangunan masjid ini masih saja terlihat kokoh dan belum menampakkan kerusakan yang fatal, sehingga renovasi pun belum pernah dilakukan untuk bagian utama masjid. Beberapa renovasi dilakukan hanya untuk memperindah bagian dalam masjid, dan juga pada tempat wudhu dan toilet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *