Masjid Agung Al-Mujahidin Atambua

Masjid Agung Al-Mujahidin Atambua terletak di Jln. Soekarno Atambua, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Beli, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Masjid Al-Mujahidin Atambua menjadi Masjid Agung Kabupaten Belu. Kabupaten Belu sendiri berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.

Masjid Agung Al-Mujahidin

Sejarah Pembangunan Masjid Al-Mujahidin Atambua

Pembangunan Masjid Agung Al-Mujahidin Atambua ini dilakukan pada tahun 1980, berlokasi diatas lahan seluas 3,590 meter persegi yang merupakan tanah wakaf . Bangunannya dibuat seluas 391 meter persegi.

Masjid Agung Al-Mujahidin Atambua juga menjadi salah satu masjid tertua di Kabupaten Beli, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sekaligus menjadi pusat dari seluruh kegiatan islami di Kabupaten Belu. Beberapa aktifitas yang rutin dilakukan di masjid ini adalah 2 Sholat Hari Raya yaitu, Idul Fitri dan Idul Adha.

Beberapa perayaan hari-hari besar lainnya juga dipusatkan di masjid ini, seperti perayaan tahun baru islam, dan juga hari-hari besar lainnya.

Arsitektur Masjid Agung Al-Mujahidin Atambua

Arsitektur Masjid Agung Al-Mujahidin Atambua

Jika dilihat secara sekilas, memang Bangunan Masjid Agung Al-Mujahidin Atambua tidak semegah masjid-masjid lain pada umumnya, apalagi bangunannya terlihat seperti bangunan lama. Namun, sebagai salah satu Masjid Agung, dan tempat berkumpulnya seluruh kegiatan Islami, bangunan masjid ini tetap menjadi salah satu bagian penting untuk masyarakat Atambua khususnya.

Bangunannya seperti bangunan-bangunan lain pada umumnya, namun menggabungkan beberapa aspek, yaitu bangunan khas jawa yang bisa kita lihat dari atap tumpang bersusun, dan juga arsitektur modern yang bisa kita lihat dari struktur penyangga yang terbat dari beton, dan berbentuk setengah lingkaran.Kemudian, pada atap diberikan 11 pengeras suara untuk menyuarakan adzan.

Untuk membatasi areal masjid diberikan pagar khusus yang terbuat dari besi, dan sebagian terbuat dari kayu. Sebagai Masjid Agung, memang masjid ini tidak terlalu begitu megah, namun kesejukan yang ada di areal masjid ini tidak kalah dengan masjid-masjid lainnya, karena memiliki pohon-pohon rindang yang mengelilinginya.

Didepan masjid bahkan ditaruh 1 tiang bendera RI, sebagai penghormatan kepada Negara Republik Indonesia, apalagi kabupaten yang menjadi tempat berdirinya masjid ini berbatasan dengan Negara Timor Leste yang memisahkan diri dari Indonesia.

Kurang megahnya masjid ini kemungkinan besar disebabkan oleh lingkungan Kabupaten Belu yang didominasi oleh sebagian besar umat kristen, karena Nusa Tenggara Timur memang notabene memiliki mayoritas penduduk kristen yang tinggal di provinsi tersebut. Meskipun tidak terlalu megah, namun masjid ini  terus melakukan renovasi lebih lanjut, karena semakin lama berbagai fasilitas pun akan terus maju.

Dibagian depan masjid juga terpampang plakat “Masjid Agung Al-Mujahidin” dengan warna kuning, dengan background warna biru muda, dengan border biru tua.  Sedangkan dibagian belakang masjid terdapat tempat wudhu dan toilet, sisi belakang sebelah kiri khusus untuk jamaah pria, dan sisi belakang sebelah kanan khusus untuk jamaah wanita.

Aktivitas Masjid Agung Al-Mujahidin

Sebagai Masjid Agung, Masjid Al-Mujahiddin Atambua tidak hanya difungsikan sebagai tempat sholat fardhu dan juga sholat jum’at, serta sholat dua hari raya. Namun, ada juga beberapa kegiatan untuk memeriahkan bulan Ramadhan seperti berbuka puasa bersama. Kemudian ada kegiatan jalan santai yang dilakukan tiap tahunnya untuk memperingati hari besar islam seperti pergantian tahun Islam.

Beberapa kegiatan belajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) juga diadakan di masjid ini, untuk anak-anak dan remaja. Selain itu, beberapa pengajian pun sering dilakukan untuk menambah keimanan dan moralitas masyarakat disekitar masjid ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *