Masjid Agung Lasusua – Kolaka Utara

Bangunan Masjid Agung Lasusua berdiri dengan sangat megah di Jalan Bypass Desa Ponggiha, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Masjid Agung Lasusua – Kolaka Utara

Lasusua sendiri merupakans ebuah nama kecamatan yang sekaligus menjadi ibukota Kabupaten Kolaka Utara. Sebenarnya, Masjid Agung Lasusua ini memiliki nama resmi yaitu “Masjid Agung Bahrurrasyad Wal Ittihad”. Karena namanya agak terlalu panjang dan sulit diingat, akhirnya masjid ini hingga sekarang lebih dikenal dengan sebutan “Masjid Agung Lasusua”, karena memang masjid ini ditujukan sebagai pusat peribadatan dan kegiatan keagamaan untuk masyarakat Kabupaten Lasusua.

Pembangunan Masjid Agung Lasusua sendiri dilakukan pada tahun 2008, pada masa pemerintahan Rusdi Mahmud, Bupati Kolaka Utara yang menjabat kala itu.  Kemudian bangunan masjid ini pertama kali digunakan untuk sholat Idul Fitri tahun 2011 lalu, meskipun pada saat itu proses finishing untuk masjid ini belum selesai secara keseluruhan.

Pembangunannya memang membutuhkan waktu yang agak lama yaitu sekitar 9 tahun, dari tahun 2008 hingga tahun 2017. Pembangunannya selesai secara total pada bulan Juni 2017 lalu, dengan luas bangunan yang mencapai 2.500 meter persegi, berdiri diatas lahan seluas 22.500 meter persegi. Dengan ukuran yang cukup besar tersebut, Bangunan Masjid Agung Lasusua dapat menampung hingga 3.000 jamaah sekaligus.

Hal yang unik dari pembangunan masjid ini adalah integrasinya yang cukup mengesankan beriringan dengan pembangunan pusat pemerintahan untuk Kabupaten Kolaka Utara.  Bangunan Masjid Agung Lasusua berdiri dengan sangat megah diatas lahan reklamasi yang berada di lepas pantai Lasusua.  Tidak hanya bangunan Masjid Agung Lasusua yang dibangun, namun juga seluruh jaringan jalan raya yang membentang sepanjang pantai juga turut dibangun bersamaan. Tentu saja hal ini membuat lahan reklamasi tersebut menjadi sangat indah, terutama jika dilihat dari atas. Jalurnya dibuat memiliki 6 jalur yang berbeda menuju bangunan masjidnya.

Sekilas Tentang Kabupaten Kolaka Utara

Kabupaten Kolaka Utara yang beribukota di Kecamatan Lasusua ini merupakan sebuah kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Kolaka yang disahkan pada tanggal 18 Desember 2003 lalu. Kolaka Utara menjadi salah satu wujud pemekaran Kabupaten yang memiliki tingkat pertumbuhan yang pesat, terutama pada Infrastruktur, Pendidikan, dan Perekonomiannya, terutama ditopang oleh sektor pertambangan.  Kota Kabupaten ini pada awalnya memang cukup tertinggal, namun saat ini sudah dirubah menjadi sebuah kota metropolitan yang indah, bahkan mampu meraih anugerah Adipura.

Yang unik dari Kolaka Utara adalah menjadi satu-satunya Kabupaten di Sulawesi Tenggara yang mempunyai jalan tol. Jalan tol tersebut disebut dengan Tol Lasusua – Tobaku, dimana pembangunannya menghabiskan dana milyaran rupiah karena diharuskan untuk mereklamasi laut Lasusua. Sebelum adanya jalan tol, akses jalan ke Dermaga Tobaku dari Lasusua harus melewati terjalnya jalan di pegunungan Lasitarda sehingga akses bisnis sedikit terganggu.

Sekilas Arsitektural Bangunan Masjid Agung Lasusua

interior Masjid Agung Lasusua – Kolaka Utara

Karena dibangun di lepas pantai yang merupakan tanah reklamasi dari laut, tentu saja pemandangan yang diberikan terasa sangat indah, terutama pada saat sunrise (matahari terbit).

Bangunan Masjid Agung Lasusua ini memiliki konsep arsitektural khas Timur Tengah modern. Sebuah kubah berukuran besar di pasang di tengah-tengah bangunan utama, dengan balutan warna kuning keemasan. Beberapa kubah kecil dengan warna yang sama juga ikut dipasang di sekeliling kubah utama.

Sebanyak 3 menara yang dibangun di sisi barat, utara dan selatan terpisah dengan bangunan utama menjualgn tinggi dengan bentuk bangunan yang sangat indah. Bangunan menaranya dibuat berbentuk bulat, dengan kubah kecil di bagian atasnya, yang juga berwarna keemasan.

Bangunannya dibuat dengan sangat megah, dengan hiasan mozaik dibagian fasad dan gerbangnya. Masuk kedalam masjid, kita akan disuguhi dengan keindahan kemegahan tersendiri, terutama dari bagian lantai dan dinding yang dibalut keramik yang mengkilap. Berbagai ornamen termasuk lukisan kaligrafi juga dapat kita temukan di beberapa sudut bagian masjidnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *