Masjid Al-Hidayah Banjar Agung Tulang Bawang

Masjdi Al-Hidayah beralamatkan di Jln. Lintas Timur Sumatera, Ds. Banjang Agung, Kec. Banjar Agung, Kab. Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Banjar Agung sendiri merupakan sebuah nama Kecamatan sekaligus Desa yagn ada di Kabupaten Tulang Bawang. Jarak tempuh dari kota kabupaten sekitar 24 km.

Masjid Al-Hidayah Banjar Agung Tulang Bawang

Jika kita mengunjungi daerah Kecamatan Banjar Agung ini, kita akan dikejutkan dengan nuansa yang hampir sama persis seperti di Bali. Berbagai bentuk bangunan vihara di depan rumah masing-masing tentunya meng-isyaratkan bahwa beberapa warga sekitar merupakan umat hindu, transmigran dari Bali. Bahkan suasana pinggir jalanannya pun juga dihiasi bak di pulau Dewata. Beberapa anyaman janur yang dibentuk aneke rupa digantung di depan rumah masing-masing.

Arsitektural Masjid Al-Hidayah Banjar Agung Tulang Bawang

interior Masjid Al-Hidayah Banjar Agung Tulang Bawang

Arsitektural Masjid Al-Hidayah yang memiliki dua lantai ini memang didesain dengan cukup menarik dan kreatif. Bagaimana tidak, jika dilihat sekilas, bangunan Masjid Al-Hidayah terlihat seperti bangunan-bangunan kuno di India. Terdapat 1 kubah bahan metal dengan ukuran cukup besar di bagian puncaknya. Kemudian di sekeliling kubah utama tersebut terdapat empat menara yang kecil dengan ukuran langsing ditempatkan di keempat sudutnya.

Keempat menara yang berukuran cukup kecil dan ramping inilah yang menjadi ciri khas bangunan Istana dan Masjid khas Dinasti Mughal India. Area dibawah kubah ini digunakan muadzin dalam mengumandangkan adzan. Sedangkan jika pada zaman dulu, tepatnya pada bangunan Istana Dinasti Mughal, area dibawah kubah merupakan suatu area yang digunakan para keluarga kerajaan untuk bersantai sembari menikmati pemandangan sekitar dari ketinggian.

Bangunan Masjid Al-Hidayah dibangun dengan dua lantai. Untuk akses ke lantai dua disediakan tangga akses di bagian dalam masjid. Lantai dasar digunakan sebagai ruang sholat utama untuk sholat rawatib. Sedangkan untuk lantai dua dipakai untuk tambahan sholat Jum’at, sholat hari raya, dan beberapa kegiatan peringatan hari besar islam yang membutuhkan banyak ruangan untuk penampungan jamaah.

Ruangan yang dipakai untuk sholat disekat dibagian tengahnya untuk memisahkan antara jamaah pria dan wanita. Ruangannya yang luas membuat suasana para jamaah didalam terus terasa sejuk, meskipun tanpa penyejuk udara satupun.

Masuk pada bagian dalam masjid, kita akan mendapatkan ruangan yang sangat luas, dengan lantai dilapisi keramik putih kecoklatan yang sangat bersih. Kemudian,terdapat 4 soko guru yang menopang struktur diatasnya. 4 soko guru dari beton ini di tempatkan tepat ditengah-tengah ruangan, atau tepat di bagian bawah kubah.

Kemudian, jika kita menengok ke atas, kita dapat melihat sebuah plafon unik berwarna merah darah dengan 1 lampu gantung kecil di bagian tengahnya. Lalu, dibeberapa sudut lainnya terdapat plafon lampu yang sama dengan warna yang sama pula.

Mihrab untuk Masjid Al-Hidayah dibentuk dengan lumayan unik, yaitu memiliki 2 pilar di bagian kanan dan kirinya, kemudian diberikan lengkungan berbentuk kubah dibagian atas. Sebuah mihrab yang dibentuk dari bahan baku batu bata dan semen didirikan didalam mihrab, tepatnya disamping imaman. Juga ditempatkan 1 jam klasik dari kayu didepan imaman tersebut.

Berbeda jika kita masuk pada lantai dua. Nyaris tidak ada ornamen apapun yang menghiasi ruangan ini. Sehingga tentu saja ruangan ini lebih cocok untuk dijadikan ruang tambahan .

Masjid Al-Hidayah ini tergolong cukup modern, karena ada papan pengumuman yang jelas, dengan struktur kepengurusan yang sangat rapi. Selain itu, pada papan lain disediakan jadwal waktu sholat abadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *