Masjid Al-Ibrohimiyah Talagasari, Karawang

Masjdi Al-Ibrohimiyah terletak di Jalan Raya Syekh Quro, Dusun Krajan IV RT/RW 06/10, Desa Talagasari, Kecamatan Talagasari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Lokasi tepatnya tidak jauh dari Pasar Talagasari, hanya berjarak puluhan meter saja.

Masjid Al-Ibrohimiyah Talagasari, Karawang

Ruas jalan raya yang digunakan sebagai tempat berdirinya masjid ini memang dinamakan dengan salah satu ulama penyebar Islam pertama kali di daerah Karawang, yaitu Syekh Quro. Untuk menghormati jasa-jasa beliau dalam menyebarkan agama Islam di daerah tersebut, akhirnya nama sebuah jalan raya diberi nama sesuai dengan nama beliau.

Masjid yang terletak di pusat keramaian ini senantiasa padat jamaah, terutama pada saat waktu istirahat dan sholat dzuhur akan dilaksanakan.

Pembangunan & Arsitektural Bangunan Masjid Al-Ibrohimiyah

arsitektur Masjid Al-Ibrohimiyah Talagasari, Karawang

Jika kita mampir ke situs Kementerian Agama (Kemenag), kita dapat menemukan detail dari masjid ini yaitu : Didirikan pada tahun 1995, Luas Bangunan 144 meter persegi, dan dibangun diatas lahan tanah wakaf seluas 150 meter persegi.

Lahan yang digunakan untuk pembangunan masjid ini memang tergolong sangat sempit untuk sebuah masjid yang terletak di pusat keramaian, terutama tidak jauh dari hiruk pikuk para pedagang di Pasar Talagasari. Sehingga, pemanfaatan lahan sempit tersebut harus benar-benar efisien, dengan membuat halaman dan areal parkir tidak terlalu lebar. Untuk kendaraan yang bisa diparkir di halaman masjid ini tidak banyak, hanya beberapa kendaraan roda 2 saja, sedangkan untuk roda 4 harus parkir di tepi ruas Jalan Raya Syekh Quro. Bahkan, bangunan Gapura didepan masjid ini mengisyaratkan bahwa kendaraan roda 4 tidak dapat masuk ke halaman masjid.

Dengan lahan yang sangat sempit, memaksa bangunan masjid ini untuk tumbuh ke atas dengan dua tingkat. Lantai dasar digunakan sebagai lantai untuk ruang sholat utama, sedangkan lantai kedua digunakan sebagai ruang tambahan jika pada lantai pertama sudah tidak mencukupi lagi.

Tempat wudhu dan toilet untuk masjid ini dibuat terpisah yang terletak di depan masjid dengan tingkat dua. Lantai dua digunakan sebagai kantor pengurus masjid. Kemudian diatas bangunan toilet tersebut dibangun satu menara yang menjulang tinggi dengan puncak ornamen lafadz “Allah”. Menara tersebut diberikan beberapa akses berupa tangga untuk mencapai puncaknya. Kemudian pada seluruh sisi menara t ersebut diberikan beberapa ventilasi udara.

Gapura berukuran minimalis juga turut dibangun di depan masjid, dengan plakat “AL-IBROHIMIYAH”. Kemudian dibagian atasnya diberikan satu kubah kecil berwarna hijau dan putih, dengan puncak ornamen lafadz “Allah” juga.

Bangunan utama masjid ini juga menganut budaya tradisional, namun juga diberikan sentuhan modern. Atapnya dibangun dengan bentuk limas, namun lebih seperti pelindung untuk bagian sisi sisi masjidnya saja. sedangkan atap aslinya hanya terletak pada susunan ketiga. Diatap puncaknya diberikan 1 kubah berwarna hijau dan putih, juga dengan puncak ornamen lafadz “Allah”.

Sebagai tanda pembatas areal masjid dengan areal penduduk maupun pertokoan sekitar, dibangu tembok dan pagar teralis besi di sekelilingnya.

Masuk kedalam masjid, kita akan menemukan suasana yang sangat sederhana, dengan hanya beberapa ornamen kaligrafi di dindingnya. Mihrab untuk masjid ini dibangun menjorok keluar, mengingat ada lantai 1 dan 2 yang dapat digunakan sebagai tempat sholat.

Meskipun sudah dibangun dengan dua lantai, namun jika bulan Ramadhan dan pelaksanaan sholat tarawih datang, masjid ini akan selalu penuh sesak oleh para jamaah. Bahkan, ada beberapa jamaah yang rela menggelar tikar dibagian halaman dan pinggir jalan, untuk mengikuti sholat berjamaah di masjid ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *