Masjid Al-Jihad Cikarang Baru

Cikarang tak hanya merupakan sebuah kota yang terkenal akan wilayah industri terluas se Asia Tenggara. Disana juga banyak terdapat berbagai bangunan yang modern dan tradisional karena memang merupakan sebuah kota yang memliki berbagai macam perusahaan dan berbagai bangunan tua lainnya. Salah satu nya adalah bangunan masjid yang merupakan tempat beribadah umat muslim. masjid tersebut bernama masjid Al-Jihad yang berlokasi di Jalan Beruangg X, Jayamukti, Cikarang Pusat, Bekasi Jawa Barat.

Masjid Al-Jihad Cikarang Baru

Masjid Al-Jihad yang berada di Cikarang Barat adalah salah satu bangunan masjid yang dibangun atas bantuan dari Yayasan Bulan Sabit Internasional dari sumber keuangan Timur Tengah. Lokasi masjid pun berada di dalam sebuah komplek perumahan Cikarang Baru yang berada di sekitar kawasan industri sehingga membuat bangunan masjid Al-Jiad satu-satunya pilihan tempat untuk melaksanakan ibadah. Maka tak heran jika masjid Al-Jihad selalu dipenuhi oleh para jamaah dari komplek perumahan tersebut. Terutama ketika hari jum’at, maka para jamaah laki-laki yang bekerja di industri wlayah itu seketika melaksanakan ibadah shalat jum’at berjamaah disana.

Jika ingin mengunjungi masjid Al-Jihad maka dapat melewati ke kawasan Industri Jababeka II, kemudian akan melewati Plaza JB, Pasimal dan menuju Ruko Puspa. Lalu berbalik arah disana dan belok ke arah kiri menyusuri jalan yang membujur sepanjang sungai Cilemahabangg. Selanjutnya lurus melewati SPBU Pertamin yang berada di sebelah kiri dan jembatan industri yang berada di sebelah kanan. Kemudian akan menemukan sebuah portal pada ujung jalan. Selanjutnya belok ke sebelah kiri maka kana menemukan sebuah lahan fasos tempat masjid Al-Jihad berada. Selain itu, pengunjung juga dapat melewati jalur kali malang.

teras Masjid Al-Jihad Cikarang Baru

Masjid Al-jihad Cikarang Baru didirikan pada bulan Maret 2005 lalu. Atas bantuan dari dana Bulan Sabit Merah Uni Emirat Arab, kawasan Perumahan Cikarang Baru memiliki sebuah bangunan masjid. Sehingga para warga yang tinggal di perumahan tersebut tidak perlu jauh-jauh untuk melakksanakan ibadah shalat berjamaah terutama ketika bulan suci Ramadhan serta hari raya Idul Fitri dan Idul Adha tiba, maka mereka dapat melaksanakan shalat berjamaah di masjid Al-Jihad. Sumber dana yang diberikan untuk pembangunan masjid Al-Jihad pun telah dijelaskan dalam sebuah batu prasasti yang telah dipasang di tembok selasar sisi selatan bangunan masjid Al-Jihad.

Bangunan masjid Al-Jihad berdiri di sebuah lahan Fasos yang cukup luas dan berada di tepian kali Cilemah Abang. Meskipun demkian, posisi lahanya sejak awal sudah ditinggikan oleh pengembang bahkan permukaan lahan tersebut lebih tinggi dari lahan perumahan disana. Maka masjid di Al-Jihad tak prlu khawatir jka terjadi hujan dan banjir maka masjid tersebut tidak akan terkena oleh bencana tersebut.

Dilihat dari segi bentuk bangunannya, masjid Al-Jihad Cikarang Baru memiliki desain khas Nusantara dan terkesan sederhana. Berupa atap limas tumpang dua dan pada bagian puncak atapna terdapat kubah kecil yang berbahan alumunium. Kubah kecil tersebut merupakan pengganti sebuah mastaka yang biasanya digunakan pada bagian puncak atap limasan khas masjid tua di Nusantara. Pada bagian ruang utama shalat tidak ditemukan tiang soko guru yang biasanya digunakan untuk menopang atap masjid. Melainkan menggunakan beberapa tiang yang menyatu dengan tembok masjid untuk menopang atap masjid Al-Jihad. Pada bagian sisi masjid pun dipasang beberapa jendela kaca dengan design yang terbuka. Lahan parkir bagi para jamaah pun tersedia di pekarangan masjid yang sudah di pavling blok. Masjid Al-Jihad tidak pernah sepi oleh para jamaahnya. Hal tersebut dikarenakan para pengurus masjid sangat rutin dalam melakukan beragam kegiatan dan tentunya selalu merawat masjid dengan sangat baik.

 

Masjid Al-Jihad Cikarang Baru ini terletak di Jln. Beruang X atau biasa juga disebut Jln. Tarum Barat, No. 9. Lokasinya terletak di Perumahan Cikarang Baru, Kecamatan Cikarang Pusat, Kota Jababeka, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Pembangunan Masjid Al-Jihad Cikarang Baru ini didanai penuh oleh Yayasan Bulan Sabit Internasional, yaitu salah satu organisasi pembiayaan yang dananya bersumber dari Timur Tengah. Letaknya yang berasa di kawasan Industri Jababeka membuat masjid ini selalu menjadi pilihan utama untuk melaksanakan sholat lima waktu dan sholat jum’at. Terutama bagi karyawan Industri Jababeka II yang bertempat di sekitar wilayah tersebut.

Akses ke bangunan Masjid Al-Jihad Cikarang Baru ini dapat ditempuh dari Kawasan Industri Jababeka II, kemudian lewat Plaza JB, Pasimal, lalu kita dapat menemukan Ruko Puspa. Dari Ruko Puspa kita harus berbalik arah menyeberang, karena jalurnya dibagi dua. Dari jalan kali Cilemahabang tersebut lurus sampai melewati SBPU, dan jembatan ke kawasan industri. Lalu dari jalan tersebut, anda hanya harus belok kiri sedikit dan bangunan Masjid Al-Jihad Cikarang Baru sudah dapat anda temukan.

Pembangunan Masjid Al-Jihad Cikarang Baru

Pembangunan Masjid Al-Jihad Cikarang Baru ini didanai penuh oleh Yayasan Bulan Sabit Merah Uni Emirat Arab, pada bulan Maret 2005, sesuai dengan penjelasan di batu prasasti pendirian yang dapat kita temukan di tembok selasar bagian selatan.

Bangunannya didirikan diatas lahan Fasum yang lumayan luas. Letaknya memang berada tepat ditepian Kali Cilemahabang, namun posisi lahannya kemudian ditinggikan sehingga lahannya cukup aman dari terjangan banjir yang sering melanda kawasan tersebut.

Sebuah bangunan berupa tenda dari seng dibuat permanen menutupi sekeliling bangunannya. Teras depan masjid dan tempat wudhu dipayungi oleh tenda tersebut.

Memang bangunan Masjid Al-Jihad Cikarang Baru ini dibangun dengan cukup sederhana, dengan adopsi seni bina bangunan khas Nusantara Indoneisa, dengan atap limas (joglo) bertumpang dua. Dibagian puncak atapnya dipasang sebuah kubah kecil yang terbuat dari alumunium yang difungsikan sebagai pengganti Mustaka yang biasa dipakai pada bangunan-bangunan masjid kuno di Indonesia.

Kemudian, ruang sholatnya dimaksimalkan dengan menghapuskan empat soko guru yang berada di tengah masjid. Struktur bangunan atapnya ditopang langusng oleh tiang yang menyatu dengan bangunan tembok masjid, sehingga ruangannya terasa lebih lega.

Pada seluruh sisi masjidnya di pasang beberapa jendela kaca yang dapat dibuka tutup sebagai jalur ventilasi cahaya dan udara. Kemudian, pekarangan / halaman di depan masjid yang difungsikan sebagai areal parkir sudah dilapisi dengan paving blok. Tempat wudhu meskipun berada di satu tempat, namun pemisahan dibagian tengahnya tetap dilakukan.

Pada bagian lantai masjid, dilapisi dengan keramik berwarna kecoklatan. Pada ruangan utama tersebut kita tidak akan menemukan ruangan yang “wah”, namun lebih kepada desain yang sederhana, dengan hiasan lukisan kaligrafi hanya pada bagian atas mihrabnya.

Mihrabnya dibuat dengan 2 pilar menempel kepada tembok, kemudian satu mimbar berbentuk podium juga turut diletakkan didalam mihrab, disamping imaman. Sebagai penyejuk udara, ditempatkan beberapa kipas angin di areal mihrab, dan beberapa sudut ruangannya dan bahkan juga dipasang di areal tempat wudhu.

Plakat masjid yang bisa kita temukan di selasar bagian selatan ditulis dalam tiga bahasa, yaitu bahasa arab, bahasa inggris dan bahasa Indonesia. Dengan jelas disebutkan bahwa bangunan masjid ini didirikan atas bantuan dari Red Crescent For United Arab Emirates (Yayasan Bulan Sabit Merah Uni Emirat Arab).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *