Masjid At-Taqwa Sukaenang Gelumbang

Provinsi Sumatera Selatan berbatasan dengan Provinsi Jambi, Bangka Belitung, Lampung dan Benkulu. Ibukota dari Provinsi Sumatera Selatan berada di Palembang. Pada dahulu kala, tempat ini merupakan sebuah pusat Kerajaan Sriwijaya. Disamping itu, Sumatera Utara juga terkenal akan tempat wisata yang selalu dikunjungi oleh para wisatawan dan selalu ramai terutama ketika hari libur atau akhir pekan. Diantaranya seperti Sungai musi, jembatan Ampera, Danau Ranau dan objek wisata lainnnya yang menarik wisatawan sekitar atau dari wilayah lainnya. Di Sumatera Selatan juga terdiri dari berbagai etnis, agam dan bahasa. Etnis dari Sumatera Selatan terdiri dari Melayu yang jumlahnya mencapai 34.37%, etnis Jawa 27.01%, etnis Komering 5.8%, etnis Sunda 2.45%, etnis Tionghoa sebesar 1.10%, etnis Minangkabau sebanyak 0.94% dan etnis Suku Batak sebesar 28.45% beserta lainnya. Agama yang diyakini oleh masyarakat Sumatera Selatan pun didominasi oleh agama Islam sebanyak 94.30% dan kemudian Kristen Protestan sebanyak 1.96%, lalu agama Buddha 1.76% dan agama Katolik sebesar 1.11% kemudian agama Hindu sebanyak 0.87%.

Masjid At-Taqwa Sukaenang Gelumbang

Di Sumatera Selatann pun teriri dari berbagai bahasa. Antara lain bahasa Penesak, bahasa Musi, bahasa Palembang, Bahasa Komerig, bahasa Pasemah, bahasa Ogan dan juga bahasa Indonesia. Dari berbagai etnis, agama dan bahasa membuat Sumatera Selatan semakin berwarna dan kaya akan perbedaan tersebut. Dan meskipun memiiki banyaknya perbedaan, masyarakat disini sangat menghormati perbedaan tersebut sehingga menghasilkan sikap toleransi yang tinggi.

Mayoritas penduduk Sumatera Selatan adalah agama islam. Maka tak heran disana banyak juga berbagai bangunan masjid yang berada tak hanya dipusat kota saja. Bahkan hingga ke setiap perkampungan pun bangunan untuk umat muslim melaksanakan ibadah dapat ditemukan dimana saja. Salah satunya berada di Desa Sukamenang, Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim. Bangunan masjid tersebut bernama masjid At-Taqwa. Bangunan masjid At-Taqwa berada di sebuah tempat di desa yang ramai akan tempat tinggal para masyaraktna. Berukuran lumayan besar dengan ciri khas bangunan Nusantara. Yaitu pada bagian atap masjidnya berupa limas dan terdapat sebuah kubah kecil di puncak atap masjid tersebut. selain itu, dinding luar bangunan masjid tersebut berwarna hijau yang cerah dan menonjol diantara rumah para penduduk disana. masjid ersebut terkesan masih baru karena memang dari bagian lauar saja yaitu bagian dinding dan atap masjid At-Taqwa yang terkesan masih baru. Ternyata sebelumnya di tempat itu terdapat sebuah bangunan masjid yang bernama Majid Tua Talang Menerai. Namun saat ini masjid tersebut sudah tidak ada lagi dan berdiri sebuah masjid At-Taqwa.

bedug Masjid At-Taqwa Sukaenang Gelumbang

Atap masjid At-Taqwa memiliki atap limasan bersusun dua. Ornamen kubah kecil yang berada di puncak atap masjid At-Taqwa berasal dari bahan metal. Pada sebelumnya, disana terdapat sebuah bangunan menara yang berdiri kokoh di sebelah sudut timur laut tetap saat ini menara tersebut sudah tidak ada lagi. Masjid yang saat ini berdiri kokoh tersebut merupakan sebuah hasil dari perubahan masjid yang dilakukan secara total untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar yang semakin lama semakin banyak tinggal disana. Maka sebuah bangunan masjid pun dibutuhkan lebih luas lagi agar dapat menampung para jamaahnya yang semakin hari semakin banyak.

Karena lokasi masjid At-Taqwa yang berada di tengah-tengah sebuah perkampungan, maka banyak sekali para jamaah yang melaksanakan ibadah shalat berjamaah di sana. Terutama pada har Juma’t maka para jamaah semakin banyak memenuhi masjid At-Taqwa untuk melaksanakan ibadah wajib shalat Jum’at berjamaah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *