Masjid Baitul Kamal – Depok, Jawa Barat

Masjid Baitul Kamal berdiri dengan kokoh di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, sekaligus menjadi sebuah kebanggaan bagi warga disana. Pembangunan Masjid Baitul Kamal pertama kali dilakukan pada masa pemerintahan Walikota Depok yang pertama kali, Badrul Kamal. Pembangunannya pun perlu di acungi jempol, karena tidak menggunakan dana APBD Kota Depok sama sekali, dan hanya mengandalkan Swadaya dan Donasi dari masyarakat sekitar.

Masjid Baitul Kamal – Depok, Jawa Barat

Letaknya berdiri saat ini berada di Jln. Margonda Raya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Tepatnya di sebelah timur dari Kantor Wali Kota Depok, dan disebelah utara dari ITC Depok, sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota tersebut.

Kontroversi Pergantian Nama Masjid Baitul Kamal

Kontroversi yang terjadi baru-baru ini adalah pada saat Depok dipimpin oleh Walikota, Nur Mahmudi Islamail. Ia kemudian merubah nama masjid ini secara sepihak dari “Masjid Baitul Kamal” menjadi “Masjid Agung Balaikota”.

Perubahan nama tersebut tentu sontak membuat banyak pihak menolak dengan keras, termasuk NU Depok. Ismail dinilai secara tidak langsung akan menghilkangkan nilai sejarah perjuangan, yang pada masanya pembangunannya tidak dibiayai sama sekali oleh pemerintah, dan tiba-tiba pemerintah kota mengakuinya sebagai masjid balaikota mereka.

Diberitakan di Sindonews bahwa Burhanuddin Marzuki selaku Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) mengaku sangat kecewa terhadap tindakan Walikota Ismail. Apalagi, masjid tersebut merupakan sebuah kebanggaan warga sekitar Balaikota Depok, karena leluhur mereka telah memperjuangkan pembangunan masjid sekuat tenaga, pikiran, dan dana mereka.

Apalagi, perubahan nama tersebut dilakukan secara sepihak, tanpa pemberitahuan dan rundingan dengan masyarakat sekitar terlebih dahulu. Sehingga protesnya cukup beralasan, apalagi pemerintah dahulu tidak ikut andil dalam proses pembangunannya.

Arsitektural Bangunan Masjid Baitul Kamal – Masjid Agung Balaikota Depok

interior Masjid Baitul Kamal – Depok, Jawa Barat

Bangunan Masjid Baitul Kamal memiliki arsitektural gabungan antara Tradisional, Modern, dan Ke-Arab-an.  Bangunan tradisional dapat kita lihat dari atapnya yang berbentuk limas, namun tidak bersusun. Hanya pada bagian gerbang pintu utama dan bagian menara juga memiliki atap limas tersebut.  kemudian pada bagian puncak atapnya diberian sebuah kubah unik setengah lingkaran yang terbuat dari baja. Tujuannya adalah agar kubah tersebut dapat bertahan hingga ratusan tahun. Pada bagian puncak kubah tersebut diberikan ornamen lancip dari besi berwarna hitam.

Kemudian, pada bagian depan sebelah kiri didirikan sebuah menara yang cukup masif, berbentuk persegi namun tidak terlalu tinggi. Temboknya dibalut dengan warna kream, dan pada bagian atasnya dibalut dengna warna merah tua. Untuk angin-angin atau ventilasi udara dibuat beberapa bulatan kecil dengan hiasan mozaik dibagian tengahnya.  Lalu dibagian tengahnya diberikan jendela kaca yang memancang keatas untuk sirkulasi cahaya mandiri. Menara tersebut juga memiliki atap limasan, dan kubah setengah lingkaran yang sama dengan kubah utamanya. Kemudian pada bagian puncaknya diberikan ornamen lancip. Dibawah kubah tersebut diberikan beberapa pengeras suara.

Bagian luar masjid ini dibuat seperti berpetak-petak (seperti persawahan), dengan areal hijau di bagian tengahnya. Hal ini ditujukan agar pemandangan di halaman menjadi lebih indah. Beberapa pohon seperti pohon palem juga turut di tanam di sekeliling masjidnya, tentu saja agar udara sekitar menjadi lebih sejuk.

Beberapa jendela yang masif berukuran besar, dengan warna gelap juga turut diimplementasikan di beberapa bagian bangunan utama termasuk di bawah kubah utama, pada bagian depan pintu masuk utama, dan pada samping kanan dan kiri pintu utama. Bangunan ini dibangun dengan dua lantai, dengan dominasi warna kecoklatan (kayu) dibagian dalamnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *