Masjid Calcutta di Trinidad dan Tobago

Trinidad dan Tobago adalah sebuah negara kepulauan yang berada di laut Karibia bagian selatan. Negara kepulauan tersebut terletak dekat dean seberang laut Utara Venezuela dan di sebelah selatan Grenada di gugus Kepulauan Antilles. Negara kecil ini hanya memiliki dua pulau utama yakni pulau Trinidad dan pulau Tobago. Ibukota dari negara Trinidad dan Tobago berada di Port of Spain. Pertama kai Trinidad ditemukan oleh Columbus di tahun 1498 dan dibawah penguasaan Spanyol hingga dikuasai Inggris pada tahun 1797.

Masjid Calcutta di Trinidad dan Tobago

Jika dibandingkan dengan pulau Bali yang ada di Indonesia, luas dari kesuluruhan daratannya sedikit lebih kecil dari luas kesuluruhan pulau Bali. Trinidad dan Tobago merupakan sebuah negara Karibia yang mayoritas penduduknya beragama islam. Jumlah umat muslim disana telah mencapai antara 80 ribu higga 100 ribu jiwa. Yang menarik dari negara ini adalah sebagai negara pertama yang di pimpin oleh Presiden Muslim di benua Amerika. Beliau adalah Presiden Nor Muhammed Hasanali yang merupakan presiden kedua dari tahun 1987 hingga tahun 1997.

Mayoritas muslim di Trinidad dan Tobago merupakan keturunan dari wilayah India Timur dan Pakistan. Mereka datang ke Trinidad dan Tobago sebagai buruh semi budak yang dipaksa untuk bekerja di kebun pada masa kolonialisasi untuk membayar hutang-hutang mereka. Akhirnya mau tidak mau mereka harus mengikuti aturan para kolonial yang sangat merugikan para warga tersebut. Mereka para pekerja paksa didatangkan dari beberapa gelombang. Pada gelombang pertama merupakan para buruh yang berasal dari benua Afrika. Mereka tiba di Trinidad dan Tobago pada tahun 1817 bersama dengan Resimen India Timur yang kini dikenal sebagai Pakistan dan sebagian wilayah India. Lalu kemudian datang dari India dan Pakistan.

interior Masjid Calcutta di Trinidad dan Tobago

Pada saat itu mereka datang ke Trinidad dan Tobago bersamaan dengan perayaan ulang tahun Trinidad. Tepatnya pada tanggal 31 Mei 1845 bersama dengan buruh lainnya yang menggunakan kapal Fath Al-Razak. Mereka berlabuh di pelabuhan Port of Spain. Kebanyakan dari mereka berasal dari Uttar Pradesh, india. Kebanyakan dari mereka beragama Hindu dan Islam yang berjumlah 227 orang. Dan salah satu penupang kapa Fath Al-razak adalah Dookie Meah. Beliau tercatat sebagai urutan nomor dalam manifest penumpang kapal. Beliau datang ke Trinidad bersama istrinya yang bernama Sonia serta bersama dua orang putranya yang bernama Khuda da Illahi Baksh. Mereka turut kerja paksa di Trinidad dan Tobago dalam kurun waktu selama lima tahun. Kemudian pada akhirnya dia dapat bebas kembali.

Setelah Dookie Meah menjadi orang bebas, beliau diberikan lahan seluas 20 acres oleh pemerintah kolonial. Namun beliau hanya menerima setengahnya. Selain itu, Dookie Meah membeli lahan seluas 26 acres di Arena pada tahun 1904. Perjalanan kehidupan Dookie Meah diceritakan olehh keturunan beliau yang bernama Zainul Muhammad. Berkat jasa Dookie Meah juga sebuah bangunan untuk melaksanakan ibadah para muslim didirikan. Bangunan masjid tersebut bernama masjid Calcutta. Masjid tersebut pertama kali didirikan pada tahun 1863 dan merupakan bangunan masjid pertama yang ada di wilayah jajahan Inggris yang saat ini merupakan Republik Trinidad dan Tobago. Meskipun sudah dibangun sejak lama, namun sekarang bangunan masjid Calcutta masih berdiri kokoh dan difungsikan secara baik oleh para muslim setempat. Bangunan masjid tersebut terkesan sederhana khas seperti bangunan pada masa lalu. Tidak terdapat kubah dengan ukuran yang besar. Hanya sebuah bangunan masjid yang tampak sederhana namun memliki nilai sejarah yang begitu berharga bagi muslim di Trinidad dan Tobago.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *