Masjid Darul Muawanah Pasir Kupang

Masjid Darul Muawanah tereltak di Komplek Pondok Pesantren (PonPes) Darul Muallamah yang berdiri di Jln. Pasir Kupang, Ds. Nagasari, Kec. Serang Baru, Kab. Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Sebagai masjid untuk Pondok Pesantren, tentu saja bangunan Majsid Darul Muawanah ini dibangun dengan ukuran yang cukup luas, apalagi setiap harinya digunakan untuk sholat berjamaah bagi para santi dan masyarakat sekitar.

Masjid Darul Muawanah Pasir Kupang

Yayasan Pendidikan Islam Darul Muallamah yang mengelola Masjid ini juga mengelola berbagai jenjang pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Madrasah Aliyah (SMA), dan juga terdapat Pondok Pesantren bagi yang mau menimba ilmu lebih dalam tentang keagamaan.  Yayasan beserta komplek Pondok Pesantren tersebut mulai berdiri dan beroperasi pada tahun 1967 silam.

Lokasi yang lebih tinggi dari tempat lainnya, serta penambahan sebuah menara yang megah di wilayah tersebut membuat lokasi PonPes dan Masjid Darul Muawanah Pasir Kupang menjadi terlihat dari berbagai penjuru wilayah tersebut.

Lokasi masjid tersebut juga berada persis dibelakang pasar simpang tiga pasir kupang. Sehingga, pada saat sore hari berbagai orang yang menjual jajanan maupun makanan sering berkumpul wilayah ini.

Kegiatan Pondok Pesantren ini pun sering terdengar terutama pada sore hari dengan kajian rutinnya, kemudian setelah sholat maghrib dilakukan ngaji dan belajar bersama. Sehingga, kawasan ini cukup sering terdengar lantunan suara mengaji dari santri-santri PonPes Darul Muawanah.

Arsitektural Bangunan Masjid Darul Muawanah

interior Masjid Darul Muawanah Pasir Kupang

Saat ini, bagunan Masjid yang dikelola oleh Pondok Pesantren Darul Muawanah tersebut sudah bergaya seni arsitektural modern. Namun, sebelum pembangunan total dilakukan, masjid  di wilayah Pondok Pesantren ini merupakan masjid yang sederhana, dengan bahan baku kayu di hampir keseluruhan bangunannya.

Saat ini, bangunan Masjid Darul Muawanah sudah sangat megah dengan bangunan beton cor bertingkat 2. Sebuah kubah besar diletakkan dibagian tengah-tengahnya dibalut dengan warna hijau tua.  Kemudian pada sekeliling tembok bangunan juga dibalut dengan perpaduan warna hijau dan kuning, begitu juga pada bagian menaranya.

Bagian menaranya dibuat dengan 3 tingkatan, tingkat pertama dibuat dengan desain persegi, tingkat kedua dibangun dengan desain yang sama namun lebih kecil, sedangkan tingkat ketiga / puncakn dibuat dengan desain bulat, dihiasi dengan kubah kecil dan ornamen berlafadzkan “Allah”.

Pintu gerbang untuk masjid ini pun juga dibalut dengan warna kuning cerah, dan hijau tua, dengan plakat yang cukup besar, dan juga diberikan 2 kubah kecil di bagian kiri dan kanannya.  Sedangkan disamping pintu gerbang atau didepan masjid, secara terpisah dibangun sebuah tempat berwudhu dan toilet yang cukup memadai.

Lantainya dibalut dengan keramik berwana putih bersih, kemudian beberapa shaff paling depan dilapisi dengan karpet sajadah yang senantiasa terjaga kebersihannya. Kebersihan didalam maupun diluar ruangan masjid tersebut sangat terjaga karena jadwal bersih-bersih untuk para santri juga diadakan secara rutin.

Pada bagian dinding masjid hampir keseluruhan dilapisi dengan keramik bercorak batu alam, sehingga terjadi perpaduan yang sangat unik.  Untuk bagian mihrabnya dibangun dengan desain pesegi panjang, dengan hiasan tulisan kaligrafi bertingkat 3 dibagian atasnya. Masing-masing kaligrafi tersebut berlafadzkan berbeda-beda, sehingga keindahannya menjadi lebih maksimal.  Sebuah mimbar dari kayu berbentuk podium berukuran kecil juga turut diletakkan di samping imaman. Tujuan mimbar yang berukuran sangat kecil tersebut adalah agar memberikan ruangan untuk imam yang lebih luas sehingga fokus tidak terganggu.
Bangunan masjid ini dibangun dengan dua lantai. Ada beberapa tiang penyangga berukuran kecil dibagian lantai pertama. Biasanya ruangan lantai kedua ini difungsikan pada saat sholat jum’at maupun jika ada kegiatan PonPes lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *