Masjid Islamic Center Ahmad Dahlan Yogyakarta

Yogyakarta yang memiliki berbagai wisata alam dan belanja menjadikan tempat tersebut salah satu tujuan wisatawan lokal dan mancanegara untuk menghabiskan waktu liburannya. Tak hanya di Nusantara saja, Yogyakarta sudah terkenal hingga ke luar negri. Dimulai dari destinasi alam berupa pantai yang mempesona serta beberapa gua yang sang selalu memikat para wisatawan. Tak hanya itu saja, Yogyakarta juga memiliki wisata belanjanya yang tak kalah luar biasa. Yang terkenal adalah wisata belanja Malioboro. Biasanya disana tersedia berbagai aneka pernak pernik khas Yogyakarta dan wisatawan selalu membelinya sebagai oleh-oleh. Selain itu banyak juga pakaian serta aksesoris lainnya. Ditambah dengan aneka makanan khas Yogyakarta yang tak kalah lezat.

Masjid Islamic Center Ahmad Dahlan Yogyakarta

Disamping aneka ragam wisata dan juga makanan di Yogyakarta, di sana juga banyak sekali bangunan masjid yang menjadi ikon tertentu di masing-masing wilayah. Hal tersebut dikarenakan memang Yogyakarta mayoritas penduduknya beragama islam. Berbagai bangunan masjid dari desain yang sederhana hingga desain masjid yang modern dapat ditemukan di Yogyakarta. Salah satunya berada di Jalan Ring Road Selatan, Banguntapan, Tamanan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid tersebut bernama masjid Islamic Center Ahmad Dahlan. Bangunan masjid yang megah tersebut berdiri kokoh di dalam komplek UAD.

Masjid Islamic Center Ahmad Dahlan yang diresmikan pada tanggal 19 Juni 2015 dihadiri oleh berbagai civitas akademika UAD. Peresmian masjid tersebut dilakukan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah yang bernama Din Syamsuddin. Bangunan masjid Islamic Center Ahmad Dahlan terkesan sangat megah tak heran lokasinya berada di dalam komplek Universitas Ahmad Dahlan yang memang terkenal akan beebrapa fasilitas menunjang. Kemegahan masjid Islamic Center Ahmad Dahlan tak hanya terlihat mempesona di siang hari bahkan di malam hari pun kemegahannya tetap terpancar. Masjid Islamic Center Ahmad Dahlan berdiri di atas lahan seluas 1 hektar. Dalam proses pembangunannya menghabiskan dana sebesar Rp. 37 miliar. Dana tersebut sebagian besar merupakan swadaya dari Universitas Ahmad Dahlan serta dari bantuan Kedutaan Besar Arab Saudi yang mencapai Rp. 5 miliar.

interior Masjid Islamic Center Ahmad Dahlan Yogyakarta

Dengan biaya sebesar itu maka tak heran bangunan masjid Islamic Center Ahmad Dahlan terlihat begitu mengagumkan. Masjid tersebut dibangun terdiri dari tiga lantai dengan dua lantai atas sebagai tempat ibadah pria. Tempat tersebut dapat menampung jamaah pria sebanyak 1600 jamaah. Kemudian pada lantai 3 di khususkan untuk jamaah wanita. Pada bagian diatas mihrab sengaja dibuat lengkungan setengah lingkaran agar para jamaah wanita dapat mengikuti shalat berjamaah secara tepat. Lalu pada lantai bawah digunakan sebagai Kantor Majelis Tarjih PP Muhammadiyah, perpustakaan pusat kajian islam serta ruang pertemuan.

Dalam membangun masjid Islamic Center Ahmad Dahlan ternyata melibatkan dua orang arsitek. Mereka adalah Rachamt Wondoamiseno dan Bambang Budiarto. Mereka menggunakan konsep mediterania tetapi juga memiliki sentuhan Timur Tengah terutama pada bagian interior masjid. Hasil dari kedua arsitek tersebut membuahkan suatu bangunan yang luar biasa megah dan modern. Kemegahan masjid tersebut ditambah dengan dua menara yang menjulang tinggi setinggi 40 meter di sebelah kanan kiri masjid. Terdapat juga menara bulan sabit dari galvum emas yang begitu menarik terutama ketika malam hari karena terlihat bersinar dengan balutan sinar lampu LED.

Tak hanya itu saja, sebelum masuk ke masjid Islamic Center Ahmad Dahlan, maka akan melewati tangga berundak yang terkesan gagah dan tinggi. Masjid Islamic Center Ahmad Dahlan tak hanya digunakan bagi civitas akademik UAD saja, tetapi dibuka juga untuk umum terutama pada saat bulan suci Ramadhan tiba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *