Masjid Jami’ Kampung Baru Inpak

“Masjid Jami’ Kampung Baru” Inpak atau juga sering dikenal sebagai “Masjid Kampung Baru” saja, atau sering dikenal sebagai “Masjid Bandengan” merupakan sebuah masjid tertua yang ada di Provinsi DKI Jakarta. Tepatnya berada di Jln. Bandengan Selatan, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta, dan lokasinya pun juga dekat dengan Masjid Al-Anshor Pekojan yang sudah kita bahas pada tulisan sebelumnya.

Masjid Jami’ Kampung Baru Inpak

Pada awalnya, bangunan masjid ini merupakan masjid yang didirikan oleh Saudagar Muslim dari India, yang digunakan untuk tempat ibadah pada waktu berdagang dan tinggal di Sunda Kelapa / Batavia. Saat ini, Masjid Jami’ Kampung Baru Inpak juga sudah dijadikan sebagai salah satu cagar budaya oleh Pemerintah Provinsi (PemProv) DKI Jakarta.

Masjdi ini dulunya memiliki cukup banyak jama’ah yang berasal dari masyarakat Pekojan dan sekitarnya yang merupakan keturunan  India asli.  Dulu masyarakatnya memang di dominasi oleh masyarakat dari negri India, namun saat ini sudah menjadi minoritas disana.

Bahkan jika kita menelisik ke RT/RW 12/05, saat ini hanya ada dua kelapa keluarga yang beragama muslim, dan selebihnya adalah kaum non-muslim. Jadi tidak heran jika untuk sehari-harinya, jamaah di Masjid Jami’ Kampung Baru Inpak ini hanya sedikit, dan mayoritas justru berasal dari pedagang yang mampir untuk beribadah yang tentunya berasal dari luar wilayah Pekojan.

Masjid Jami’ Kampung Baru akan penuh jika pada saat sholat jum’at datang, karena di gunakan untuk sholat jum’at berjamaah. Apalagi, menurut pengakuan anak-anak remaja sekitar, mereka seperti enggan untuk bermain ke masjid karena penduduk sekitarnya dipenuhi dengan kaum non-muslim. Mereka lebih memilih untuk bermain dan belajar di musholla dekat tempat tinggal mereka saja.

Salah satu imam masjid disana mengatakan bahwa dulunya kawasan Masjid Jami’ Kampung Baru sangat asri, penuh dengan pepohonan rindang. Tapi kini sangat ironis, gersang dan berdebu akibat dari hiruk pikuk lalu lintas kendaraan di sekitar Jln. Bandengan Selatan.

Saat ini, Kampung Baru Inpak (India Pakistan) justru di penuhi oleh perumahan Tionghoa, padahal pada abad ke-17, kampung tersebut dihuni oleh orang-orang Koja dari India, serta beberapa orang Melayu, dan Arab yang kesemuanya beragama muslim.

Masjid ini juga merupakan masjid kedua yang didirikan oleh orang-orang Moor (India) yang tinggal pada abad ke-17. Sedangkan masjid yang sebelumnya didirikan adalah Masjid Al-Anshor Pekojan pada tahun 1648.

Sejarah Pembangunan Masjid Jami’ Kampung Baru Inpak

interior Masjid Jami’ Kampung Baru Inpak

Banyak diantara para pedagang Muslim yang berasal dari Arab Saudi dan India datang ke Indonesia dengan jalur Sunda Kelapa dan menetap di sana. Pedagang dari India yang menetap kemudian membangun sebuah masjid di daerah tersebut sebagai sarana kebutuhan tempat ibadah mereka.

Masjid Jami’ Kampung Baru dibangun pertama kali oleh Syekh Abu Bakar yang merupakan salah satu pedagang muslim dari India yang memutuskan untuk tinggal di daerah tersebut. Pekerjaan pembangunannya dimulai pada tahun 1743 dan baru selesai pada tahun 1748.

Dalam sebuah artiek berbahasa Belanda yang dibuat pada tahun 1829, Masjid Kampung Baru juga disebut dengan Temple of the Moor (Moorsche Tempel). Dari istilah inilah kemudian muncul asal usul bangunan Masjid Jami’ Kampung Baru yang dibangun oleh Muslim Moor namun di identikkan dengan Muslim India. Meskipun secara terminologi bahasa, Moor sendiri merupakan sebuah sebutan untuk kelompok etnis Muslim Afrika Utara, termasuk Maroko dan sekitarnya, yang pada masa kejayaannya berhasil menaklukkan sebagian besar benua Eropa, kemudian mendirikan kerajaan Islam di Spanyol (Andalusia).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *