Masjid Jami’ Nurul Islam, Pilar Cikarang Utara

Cikarang utara merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kota Cikarang selain kecamatan Cikarang Pusat, Cikarang Barat, Cikarang Selatan dan Cikarang Timur. Meskipun Cikarang terkenal sebagai kota industri yang begitu luas, Cikarang juga memiliki berbagai bangunan masjid yangs angat terkenal disamping bangunan industri yang berjejer disana. Berada di Jalan Ki Hajar Dewantara yang berlokasi di kawasan Pilar, Cikarang Utara adalah sebuah wilayah yang terkenal sebagai kawasan pendidikan. Disana sangat banyak berbagai institusi pendidikan negeri dan juga swasta dimulai dari Tingkat Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, SMP, Madrasah Aliyah dan juga SMA. Maka tak heran ketika pada pagi hari ketika waktu para karyawan dan siswa berangkat sekolah, di kawasan tersebut sangat padat dan ramai. Dan juga ketika waktu setelah dhuhur dan menjelang petang adalah waktu yang begitu padat dipenuhi oeh berbagai macam kendaraan dan juga para siswa dan karyawan pulang sekolah serta pulang kerja. Bahkann wilayah tersebut merupakan salah satu titik kemacetan lalu lintas pada saat jam-jam sibuk.

Masjid Jami’ Nurul Islam, Pilar Cikarang Utara

Sedangkan lokasi dari masjid Nurul Islam berada tak jauh dari pertigaan jalan Pilar dan hanya beberapa meter dari ruas jalan raya Jalur Utara Jawa yang menghubungkan langsung dengan ruas Cikarang ke Karawang yang juga merupakan salahs atu jalur yang begitu padat dan macet. Disana lah tak jauh berdiri sebuah bangunan masjid Nurul Islam di sebelah sisi kiri jalan yang meuju Sukatani.

Bangunan masjid ini nyaris tidak memiliki pekarangan, dan hanya tersisa kurang dari 2 meter saja lahan yang ada di depan masjid.  Sehingga, lahan parkir untuk masjid ini benar-benar tidak memadai dan biasanya orang-orang akan memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan raya.

Arsitektural Bangunan masjdi Nurul Islam Pilar Cikarang Utara

exterior Masjid Jami’ Nurul Islam, Pilar Cikarang Utara

Pada awalnya, bangunan Masjid Nurul Islam ini merupakan bangunan khas arsitektural Indonesia, yaitu dengan atap joglo (limasan). Namun, Soko Guru yang dimiliki oleh masjid ini hanyalah satu dan ditempatkan di bagian tengah ruangannya. Namun, karena beberapa renovasi yang terjadi, masjid ini akhirnya memiliki sebuah kubah  yang berukuran cukup besar dan bentuk asli bangunan tersebut kiri hanya bisa dilihat dari sisi utara saja. Sedangkan jika dilihat dari sisi selatannya sudah terhalang oleh beberapa bangunan yang lebih tinggi.

Kubah yang diletakkan di bagian puncak atap joglo tersebut  berbahan alumunium dan memiliki sebuah ornamen bulan bintang dibagian puncaknya. Dibagian depan masjid terlihat bahwa ada banguann teras dengan fasad yang dibuat berkerawang, lengkap dengan beberapa pilar besar yang terhubung dengan pola-pola geometris. Hal ini tentu saja menambah keindahan bangunan masjid dari luar.

Bagian Fasad seperti ini mengingatkan kita pada bentuk fasad yang ada pada bangunan Masjid Agung Bandung sebelum di renovasi hingga semegah sekarang ini. Ciri bangunan yang serupa juga masih dapat kita temukan di Masjid Jami’ Al-Muttaqin, Buni Asih yang hampir persis dengan bangunan di masjid ini.  Fungsi Fasad tersebut adalah untuk memperindah bentuk bangunan utama dan juga agar kebisingan yang terjadi bisa lebih diredam lagi.

Jika dilihat dari kejauhan, akan terlihat sebuah kubah kecil menyembul dibagian atas fasad.  Mungkin dulunya bangunan tersebut merupakan menara kecil yang kemudian saat ini sudah tertutup oleh bangunan fasad.

Papan nama berukuran kecil dipasang di tembok sisi kenan masjid. Sedangkan untuk papan nama yang lebih besar di pasang di tembok sisi utara masjid. Sedangkan tempat wudhunya ditempatkan di bagian sisi utara juga yang terhubung langsung dengan ruang utama untuk sholat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *