Masjid Jami’ Tiban Babussalam Probolinggo – Peninggalan Syekh Maulana Ishaq

January 9, 2018

Masjid Jami’ Tiban juga berdiri di daerah Probolinggo dengan sebutan “Babussalam”, sekaligus menjadi peninggalan dari Syekh Maulana Ishaq. Masjid ini berlokasi di Jln. Soekarno Hatta, Desa Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur.

Masjid Jami’ Tiban Babussalam Probolinggo

Masjid Tiban di Probolinggo ini diyakini masyarakat sebagai masjid yang hadir sendiri karena karomah yang dimiliki oleh Syekh Maulana Ishaq, yaitu seorang ulama yang berhasil mengislamkan masyarakat di Samudera Pasai dan Blambangan. Beliau juga merupakan ayah dari Ainul Yakin atau Raden Paku, yang lebih kita kenal sebagai “Sunan Giri”.

Masjid ini mendapatkan julukan Masjid Tiban karena menurut cerita tutur masyarakat setempat tidak ada satupun yang mengetahui waktu tepatnya kapan masjid tersebut dibangun, tiba-tiba saja sudah berdiri disana pada lokasi tersebut pada pagi hari. Namun, beberapa ahli memperkirakan bahwa pembangunan masjid ini dilakukan pada tahun 1600-an.

Masjid Jami’ Tiban Babussalam Probolinggo juga menjadi salah satu Masjid Tiban yang berada di Jawa Timur. Selain itu, banyak sekali Masjid Tiban yang ada di Jawa Timur seperti : Masjid Tiban Gedongmulyo, Masjid Sunan Bonang, Masjid Tiban Pangkah, dan Masjid Tiban Pasuruan. Keseluruhan masjid tersebut tidak ada yang tahu secara pasti kapan dibangun, namun mereka meyakini kehadiran masjid tersebut merupakan suatu bukti dari orang-orang yang sangat dekat dengan Sang Maha Pencipta.

Saat ini, Masjid Tiban Babussalam memiliki bangunan sekunder, bangunan asli terletak di sisi barat, sedangkan bangunan sekunder dibangun di sisi timur.  Masing-masing bangunannya memiliki arsitektural bangunan yang sangat berbeda sama sekali, karena memang dibangun oleh orang yang berbeda.

Bangunan asli Masjid Tiban Babussalam berukuran 9 x 9 meter, dan berstruktur seperti Masjid Nusantara (Jawa) pada umumnya yaitu dengan atap limas bersusun dengan tembok yang dibangun dari bahan batu paras. Sedangkan bangunan baru yang terletak di sebelah timur merupakan bangunan masjid yang memiliki arsitektural bangunan modern dengan ukuran cukup luas yaitu 900 meter persegi.

Masjid yang kini berdiri megah ini diyakini dulunya digunakan oleh Syekh Maulana Ishaq sebagai pusat Syiar agama islam. Karena jasa-jasa beliau, hingga kini masjid ini selalu didatangi warga untuk berwisata religi, melihat bangunan yang penuh sejarah ini.

Arsitektural Masjid Tiban Babussalam Probolinggo

interior Masjid Jami’ Tiban Babussalam Probolinggo

Masjid Tiban Babussalam Probolinggo di rancang dengan cara-cara yang kuno, yaitu seperti tembok yang didirikan menggunakan bahan baku batu padas putih. Untuk menyambungkan bagian-bagian bangunannya tidak digunakan paku besi seperti pada masjid modern, namun hanya memakai paku kayu untuk merakit satu bangunan dengan yang lainnya.

Untuk bagian penyangga masjid digunakan kayu jati berkuran 40 x 40 cm sebagai soko guru, sedangkan diatasnya diberikan beberapa ukiran-ukiran serta ventilasi udara.  Pada bagian belakang masjid, bisa ditemukan sebuah batu lempeng berkuran luas yang konon digunakan oleh Syekh Maulana Ishak pada saat berkotbah.

Ada keunikan lainnya yang dimiliki Masjid Tiban Babussalam Probolinggo selain sejarah pembangunannya, yaitu memiliki sebuah sumur tua yang sangat jernih, dengan beberapa tanaman langka yang keduanya bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit apapun. Hal ini membuat masjid tidak pernah sepi oleh para musafir, karena memang banyak yang datang untuk berusaha sembuh dari penyakitnya dengan meminum air ataupun menggunakan beberapa tanaman langka tersebut sebagai obat.

Yang patut diacungi jempol dari masyarakat sekitar adalah, meskipun bangunan yang lebih megah sudah didirikan, namun mereka tetap mempertahankan bangunan lama sebagai sarana untuk mengingat perjuangan Syekh Maulana Ishaq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PT Anugerah Kubah Indonesia @2024