Masjid Jami Tiomsyah Pasir Kupang

Tersebarnya agama islam di Indonesia diawali oleh pedagang yang berasal dari Gujarat, India. Tetapi sebelum para pedagang tersebut datang ke Nusantara, islam sudah mulai menyebar di Nusantara. Pada awalnya agama islam mendominasi di wilayah pulau Jawa dan Sumatera. Untuk pulau Bali mayoritasnya beragama Hindu. Namun kini mayoritas penduduk Indonesia beragama islam. Sebagai salah satu pusat perdagangan yang begitu strategis menjadikan Indonesia ramai setiap waktunya. Pada awalnya hanya para pedagang dan bangsawan dari kerajaan besar Nusantara yang pertama kali memeluk agama islam. Bahkan sejarah perkembangan islam di Nusantara masih dapat ditemukan.

Masjid Jami Tiomsyah Pasir Kupang

Kini penduduk Indonesia pun sudah banyak yang memeluk islam bahkan merupakan mayoritas yang diyakini oleh masyarakat Indonesia. Terlepas dari itu, di Indonesia sudah banyak sekali bangunan masjid yang telah dibangun sejak dahulu kala ataupun merupakan bangunan masjid yang baru. Salah satunya berada di Bekasi Jawa Barat terdapat sebuah bangunan masjid yang bernama masjid Jami Tiomsyah Pasir Kupang. Masjid tersebut berlokasi di Jalan Pasir Kupang No. 184, Nagasari, Serang Baru, Bekasi Jawa Barat.

Bangunan masjid Jami Tiomsyah Pasir Kupang merupakan sebuah bangunan masjid yang baru. Pada saat proses pembangunan masjid tersebut bersamaan dengan pembangunan Pasar Pasir Kupang. Tempat pasar tersebut berada di sebrang masjid Jami Tiomsyah Pasir Kupang.

Pembanguna untuk Masjid Jami’ Tiomsyah Pasir Kupang bebarengan dengan pembangunan sebuah komplek pasar di Pasir Kupang yang terletak di seberang bangunan masjid. Sedangkan pasar yang sebelumnya berada di dekat Masjid Ponpes Darul Almualamah atau bersebelahan dengan Kantor Kelurahan Nagasari sudah dibongkar dan dirapikan.

Hampir keseluruhan wilayah Kelurahan Nagasari berubah menjadi kawasan Industri dan dibatasi dengan tembok beyang tinggi. Tembok ini seakan mempertegas antara wilayah warga sekitar dan juga kawasan industri tersebut. Bahkan saking tinggi dan panjangnya, tembok pembatas antara pemukiman dan industri tersebut sering kali disebut dengan candaan “Tembok Berlin”.

Masjid Tiomsyah berdiri tidka jauh dari pemukiman penduduk sekitar, karena selain ditujukan untuk ibadah bagi orang-orang yang bekerja di industri sekitar, juga ditujukan sebagai tempat ibadah untuk masyarakat Nagasari. Selain itu, para pelaku pasar juga selalu berdatangan untuk melaksanakan ibadahnya pada waktu istirahat.

Arisitektural Masjid Jami’ Tiomsyah Pasir Kupang

tampak depan Masjid Jami Tiomsyah Pasir Kupang

Memang tidak dibangun dengan ukuran yang begitu luas dan besar, namun Masjid Jami’ Tiomsyah ini dibangun dengan cukup minimalis. Pada bagian sekelilingnya diberikan pagar tembok dengan jeruji besi , kemudian dibagian depannya diberikan semacam peneduh (Terop) yang terbuat dari besi dan aluminium.

Hampir keseluruhan bangunan masjid dibalut dengan warna putih hingga pada bagian atapnya. Hanya pada bagian kubah yang diberi warna hijau, dengan beberapa hiasan mozaik berwarna kuning yang terbuat dari keramik. Lalu jendela dibagian samping kanan dan kiri dibuat dengan sangat luas berjejer 4 dan dibarikan kaca berwarna hitam. Sedangkan untuk jendela pada sisi depan hanya dibuat seperti angin-anging (rongga)

Untuk tempat wudhu dan toilet diletakkan di samping utara masjid, terpisah dari bangunan utamanya, namun juga tetap dibedakan antara tempat wudhu khusus pria dan wanita. Satu menara yang menjulang tinggi turut dibangun juga disisi utara masjid dengan denah bulat dan ada beberapa ventilasi udara yang dibuat. Pada bagian puncaknya dibuat lancip dan dihiasi dengan ornamen bulan bintang sama seperti ornamen pada kubahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *