Masjid Kubah Pelangi Al-Baniah Ujan Mas

Masjid Kubah berwarna-warni pelangi dengan nama “Al-Baniah” ini terletak di Jln. Jenderal Sudirman, Desa Ujan Mas Lama, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Karena memiliki warna-warni yang menarik, masyarakat lebih sering menyebut masjid ini sebagai masjid “Pelangi”.

Masjid Kubah Pelangi Al-Baniah Ujan Mas

Bangunan Masjid Kubah Pelangi Al-Baniah ini masih tergolong baru, karena baru diresmikan penggunaannya pertama kali pada tanggal 31 Maret 2017 lalu oleh Bupati Kabupaten Muara Enim, Muzakir Sai Sohar.

Arsitektural Masjid Kubah Pelangi Al-Baniah Ujan Mas

Arsitektural bangunan Masjid Kubah Pelangi Al-Baniah ini hampir sama dengan berbagai bangunan masjid pada umumnya. Namun, perbedaan mencolok terletak pada warna kubahnya yang dibalut oleh berbagai macam warna bak pelangi. Sedangkan untuk denah bangunannya hampir mirip dengan Masjid Raya Al-Mahsun yang berada di Medan, dengan adopsi lantai belah ketupat. Pada masing-masing sudutnya di lengkapi dengan satu beranda, dan pada setiap berandanya memiliki satu kubah warna-warni di bagian atapnya. Sehingga, jika ditotal secara keseluruhan, bangunan Masjid Kubah Pelangi Al-Baniah ini memiliki setidaknya lima kubah, dengan kubah utama terletak di bagian tengah, di kelilingi oleh 4 kubah sekunder berukuran lebih kecil di 4 sudutnya. Salah satu beranda di sisi barat digunakan sebagai ruang mihrab untuk masjid ini.

interior Masjid ‘Kubah Pelangi’ Al-Furqon Bandara Soekarno-Hatta

Tentu saja dengan bangunan megah dan kubah unik ini membuat sebuah landmark baru bari Kecamatan Ujan Mas secara khusus, dan secara umum menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Muara Enim. Letaknya yang berada di Jalan Lintas Tengah Sumatera membuat bangunan masjid ini sangat strategis, jadi tidak heran jika masjid ini memiliki pengunjung yang lumayan banyak setiap harinya.

Apalagi, karena bentuk kubahnya yang tidak lazim, banyak pengunjung dari luar daerah Muara Enim yang sengaja datang dan menyempatkan diri untuk melihat secara langsung keunikan kubah pelangi tersebut.

Pada pintu utama masjid ini memiliki desain yang minimalis namun tetap megah, dengan 4 pilar di kedua sisinya, dan beberapa lengkungan di bagian atas. Dibawah lengkungan tersebut, atau di atas pintu utama terdapat satu tulisan kaligrafi timbul yang sangat unik dibalut warna keemasan.

Pada sisi-sisi masjidnya dilengkapi dengan beberapa jendela berpasang-pasangan, dengan lubang oval dibagian atasnya sebagai ventilasi udara, meskipun jendela tersebut juga tetap dapat dibuka untuk memperlebar ventilasinya.

Masuk kedalam masjid, kita akan menemukan suatu ruangan yang sangat mewah dengan 16 soko guru yang menopang struktur atapnya. Tiang tersebut dibalut dengan batu marmer yang mengkilat, sehingga kemagahan menjadi lebih terasa.

Pada bagian depan terlihat ruangan mihrab yg lumayan luas, dengan satu mimbar berukuran lumayan besar yang diletakkan disampingnya. Kemudian pada bagian lantai, kita dapat melihat lantai yang juga cukup unik, dengan desain memanjang ke timur dan barat, bukan saperti saff biasanya yang memanjang ke sisi selatan dan utara. Balutan keramik berwarna coklat dan putih membuat lantai ini lebih terasa kemegahannya.

Pembangunan Masjid Kubah Pelangi Al-Baniah Ujan Mas

Ada yang unik dalam pembangunan masjid nan megah ini. Dimana keseluruhan dana pembangunannya ternyata ditanggung oleh satu orang saja. Sebut saja, Bapak Muhammad Teguh, salah satu pengusaha muslim setempat yang merupakan orang yang baru masuk islam (Muallaf). Pembangunan dimulai pada tahun 2015 dan baru rampung dan diresmikan pada Maret 2017 lalu.

Tujuan Bapak Muhammad Teguh selaku pendiri masjid ini adalah agar masjid ini memberikan manfaat dan fasilitas penuh untuk warga sekitar dalam menjalankan ibadah dan berbagai kegiatan keislaman lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *