Masjid Mahmood – Regina, Saskatchewan, Kanada

Mahmood Mosque atau Masjid Mahmood merupakan sebuah masjid Komunitas Muslim Ahmadiyah yang berdiri dengan kokoh di Regina, Ibukota Provinsi Saskatchewan, Negara Kanada. Bangunan Masjid Mahmood ini merupakan sebuah bangunan masjid pertama yang dibangun di Regina.

Masjid Mahmood – Regina, Saskatchewan, Kanada

Sekilas Tentang Regina

Regina merupakan Ibu Kota Provinsi Saskatchewan, Kanada. Kota ini merupakan kota terbesar kedua di provinsi Saskatchewan, setelah Saskatoon, Kota dan Pusat Kebudayaan Komersial untuk Saskatchewan Selatan.

Regina sebelumnya merupakan pusat pemerintahan Wilayah Utara-Barat, dimana provinsi Saskatchewan dan Alberta saat ini terbentuk. Regina pada awalnya disebut dengan Wascana atau Buffalo Bones atau Tulang Banteng, namun kemudian diganti nama menjadi Regina yang berarti Ratu pada tahun 1882 sebagai penghormatan untuk Ratu Victoria.  Keputusan perubahan nama ini dibuat oleh Putri Ratu Victoria, Putri Louise yang merupakan Istri Gubernur Jenderal Kanada, Marquess of Lorne.

Masjid Pertama Di Regina

arsitektur Masjid Mahmood – Regina, Saskatchewan, Kanada

Masjid Mahmood merupakan bangunan masjid yang pertama kali berdiri di Regina. Bangunan yang kita lihat saat ini adalah bangunan hasil renovasi dari bangunan masjid yang lebih kecil dan berdiri di tempat yang sama.

Peresmian bangunan masjid ini dilakukan pada tahun 2016 silam, yang dihadiri langsung oleh Kepala Komunitas Ahmadiyah Muslim Dunia, Khalifah Hazrat Mirza Masroor Ahmad. Beliau kemudian meresmikan masjid dengan mengucapkan beberapa pesan dan wujud terima kasih kepada masyarakat dan pemerintah daerah Regina.

Meskipun dibuat dengan sangat kokoh, namun pembangunan Masjid Mahmood ini tidak melupakan sisi “Ramah Lingkungan” seperti yang dikatakan oleh Imam Zeeshan Ahmed.

“Salah satu konsep utama Islam adalah Al-Qur’an yang mengajarkan kepada manusia agar memanfaatkan segala yang disediakan Allah (makanan, minuman, bahan bangunan dll) di Bumi, Tapi seharusnya tidak merusak Bumi”.

Ia menambahkan “Kami selalu berusaha ramah energi dan lingkungan pada saat bersamaan”.

Dari konsep ramah energi dan ramah lingkungan tersebutlah tercipta sebuah bangunan Masjid Mahmood yang unik. Pintu, Jendela, dan sebagian besar lantainya terbuat dari bahan daur ulang. Inovasi tersebut datang dari para sukarelawan yang menerapkan inisiatif ramah lingkungan. Meskipun dibuat dari bahan daur ulang, namun para perancang tidak melupakan desain bangunan agar tetap sedekoratif mungkin.

Yang perlu diacungi jempol dari pembangunan Masjid Mahmood adalah hampir seluruh pekerja bangunannya adalah Sukarela. Artinya, mereka tidak menerima upah meskipun diberikan, hal ini hanya semata karena wujud kecintaannya pada Islam. Menurut Imam Zeeshan Ahmed, pembangunan masjid ini seluruhnya dibangun oleh lebih dari 200 sukarelawan dari seluruh pelosok Kanada, dan memakan waktu pembangunan selama 2 tahun.

Sedangkan untuk penerapan konsep hemat energi, Sebanyak 10 Panel Surya diaplikasikan di masjid ini, dengan keseluruhan Lampu LED sebagai penerangannya, sehingga energi yang digunakan tidak mengambil pasokan listrik pemerintah sedikitpun.

Masjid Mahmood juga terbuka untuk umum, bahkan pada hari Jum’at pun masyarakat muslim disana menyambut orang-orang Kanada yang ingin mengetahui maupun belajar tentang Umat Islam. Hal ini dilakukan untuk menampik segala tuduhan kepada umat muslim atas insiden berdarah di Kota Quebec.

Imam Zeeshan Ahmed mengatakan bahwa :

“Cara mengatasi masalah kebencian, kekerasan dan ekstremisme hanyalah melalui Cinta. Tanggapan umat muslim terhadap kebencian seharusnya selalu berujung pada pengertian”.

Cara ini tentunya patut dicontoh oleh umat muslim di seluruh dunia, dengan tidak membedakan faham apapun, karena pada intinya tujuannya adalah sama, hanya jalannya saja yang berbeda.

Sebagai ucapan terima kasih kepada masyarakat Regina, Komunitas Muslim Ahmadiyah tersebut menyumbangkan ratusan kilogram makanan Ke Bank Makanan Regina. Tujuan yang mulia ini dilakukan untuk membantu orang-orang yang kurang mampu di Regina agar tetap dapat makan enak meskipun dengan keterbatasan materi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *