Masjid & Musholla di Objek Wisata Religi Makam Godog (Bag I)

Objek Wisata Makam Godog terletak di Desa Godog, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Di komplek wisata ini ada beberapa bangunan Masjid & Musholla yang sudah tergolong kuno namun masih dipertahankan seperti aslinya.

Masjid & Musholla di Objek Wisata Religi Makam Godog (Bag I)

Objek wisata ini juga sangat identik dengan nama Syekh Rohmat Suci, atau oleh para sejarawan diidentikkan dengan julukan beliau “Raden Kian Santang”, putra dari Prabu Siliwangi, Raja Padjajaran. Hingga sekarang, ada berbagai versi tentang perjalanan Raden Kiang Santang sebagai salah satu penyebar agama Islam di daerah Garus dan Sekitarnya. Secara garis besar, rata-rata semua kisahnya berasal dari 2 sumber cerita yaitu Tutur Tinular, dan Saur Sepuh, sehingga hingga kini belum didapatkan alur cerita yang otentik dari beberapa kisah tersebut.

Namun, jika ditelurusi antara kisah keduanya, ada benang merah yang menyambung keduanya, yaitu :

Pada intinya Raden Kian Santang merupakan anak dari Prabu Siliwangi dan Ratu Subang Larang (Subang Karancang). Ketika menginjak usia remaja, Raden Kian Santang tertarik untuk mendalami ajaran Islam kemudian berguru hingga ke Timur Tengah. Setelah beliau kembali, Sang Raden kemudian mulai menyebarkan agama Islam di sekitar Gunung Godog Garut. Sampai akhir hayatnya beliau tetap menyebarkan agama islam di wilayah Padjajaran, terutama di Godog, sampai akhirnya beliau di makamkan di puncak gunung godog tersebut.

makam Masjid & Musholla di Objek Wisata Religi Makam Godog (Bag I)

Hingga saat ini, makamnya selalu ramai oleh peziarah setiap harinya. Bukan hanya peziarah lokal saja, namun berbagai peziarah dari belahan nusantara juga ikut berdatangan setiap harinya. Pemerintah Kabupaten Garut juga sudah menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata religi untuk Kabupaten.

Selain makam Raden Kian Santang, di wilayah Gunung Godog ini juga terdapat makam dari para pengikut setia dan orang-orang kepercayaan beliau. Makam Raden Kian Santang terletak di puncak tertinggi, sedangkan makam pengikut beliau ada di posisi yang lebih rendah.

Untuk menuju ke area pemakaman, pengunjung diharuskan berjalan kaki melewati jalan setapak yang disediakan. Awalnya jalan tersebut hanya berupa tanah, namun saat ini sudah dibuat bangunan anak tangga cor hingg ke dalam komplek pemakaman.

Dari Gerbang makam, ada anak tangga lagi yang harus dilewati untuk sampai ke puncaknya. Kemudian di sekeliling jalan tersebut terdapat beberapa makam tua yang menurut masyarakat setempat merupakan makam para pengikut setia dari Raden Kian Santang.

Dalam perjalanan naik dari areal parkir hingga ke bagian puncak gunung, setidaknya ada 2 masjid dan 2 musholla yang akan kita bahas pada tulisan kali ini.

Musholla Al-Amin

Musholla pertama yang dapat ditemui dari akses jalan setapak tersebut adalah Musholla Al-Amin yang berada sedikit di atas area parkir. Kemudian, ada satu lagi masjid di pemukiman warga yang letaknya tidak jauh dari gerbang pemakaman. Pengunjung harus berjalan kaki sehingga perjalanan bisa dibilang lumayan menguras tenaga.

Musholla Al-Amin yang akan kita temukan selama perjalanan naik memiliki arsitektural yang sangat sederhana. Bahkan, bisa dibilang umur bangunannya sudah sangat tua. Atapnya dibuat limasan bersusun 2, dengan puncak yang memiliki ornamen lafadz “Allah”. Kemudian bangunannya dicat hijau dengan beberapa sangkar burung di sekelilingnya, hal ini mengingat agar suasana di masjid tersebut lebih alami.

Pada bagian mihrabnya dibuat menjorok keluar, dengan bagian puncak dibentuk seperti kubah namun dari bahan batu bata dan semen. Diberikan satu jendela dari kaca glass wall di bagian depannya. Bangunan ini hanya mengalami renovasi pada bagian tembok, atap, dan lantainya saja yang dibuat permanen, karena sebelumnya bangunannya hanya berdinding kayu.

 

Masjid Dan Musholla di Objek Wisata Makam Godog (Bag II)

Meneruskan tulisan sebelumnya Masjid Dan Musholla di Objek Wisata Makam Godog (Bag I).

Masjid Kampung Godog

Masjid Kampung Godog

Masjid ini tidak memiliki papan nama, maupun nama resmi dari dulu, sehingga masyarakat sekitar menyebutnya sebagai “Masjid Kampung Godog”. Lokasinya hanya beberapa meter dari gerbang komplek pemakaman Godok, atau lebih tepatnya pada sebelah kiri dari jalan yang harus dilewati oleh para pengunjung.

Dari sekitar wilayah Masjid Kampung Godog, kita bisa melihat pemandangan Kota Garut yang asri dari ketinggian.

Sedangkan untuk arsitektural bangunannya, Masjid Kampung Godog ini memiliki arsitektural yang juga sangat sederhana. Denahnya persegi dengan atap limas bersusun 2, sedangkan dibagian puncaknya didirikan sebuah kubah kecil dari bahan metal, dengan ornamen lafadz “Allah” di puncak kubahnya.

Cukup sederhana memang, namun jangan salah sangka karena Masjid Kampung Godog ini benar-benar difungsikan secara rutin pada zaman penyebaran Islam di daerah Godog.

Pintu tamanya hanya berukuran kecil dan dibalut dengan warna biru. Kemudian lantai yang sebelumnya hanya beralaskan batu bata, sekarang sudah dilapisi dengan keramik berwarna kecoklatan. Tempat wudhunya diletakkan pada bagian sisi kanan masjid (selatan). Jika masuk pada ruangan untuk sholat, kita akan merasakan sensasi yang sangat klasik dan kuno, namun dengan suasana yang sangat tenang dan damai, cocok untuk digunakan sebagai ruang bermeditasi.

Masjid Jami’ Al-Rohman

Masjid Jami’ Al-Rohman ini letaknya di dalam komplek pemakaman, yaitu setelah melewati gerbang pemakaman.  Lokasinya terletak di antara beberapa pohon rindang yang sudah berumur ratusan tahun. Disekitar Masjid ini ada beberapa rumah penduduk dan juga beberapa fasilitas umum lainnya.

Untuk arsitekturnya, kita akan menemukan sebuah bangunan yang justru mirip dengan rumah penduduk. Bedanya hanya pada dinding bagian atas yang dibentuk dengan desain seperti kubah. Pintunya dibuat seperti hunian rumah pada umumnya, begitu juga pada jendelanya yang dibalut warna putih.

Jika dilihat sekilas memang bangunannya sudah tampak sangat kuno, dan sudah banyak sekali debu yang menempel dibagian luarnya. Meskipun begitu, bagian dalam tetap selalu dijaga kebersihannya, dan juga lantainya yang sudah dilapisi keramik senantiasa dibersihkan oleh penduduk sekitar. Jika kita masuk kedalam, tentu saja suasana akan terasa berbeda, karena dilihat dari luar keadaan bangunannya sudah sangat kotor terutama pada bagian atapnya, sedangkan pada bagian dalam masih sangat terawat dan bersih.

Musholla Makam Godog

Musholla terakhir adalah Musholla Makam Godog yang dibangun tepat disamping bangunan makam Raden Kian Santang. Bangunannya berupa rumah panggung berlantai dengan dinding kayu. Seperti ketiga bangunan masjid dan musholla lainnya, masjid ini juga terlihat kotor dibagian luar terutama dibagian atapnya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pohon rindang yang mengelilinginya, sehingga setiap hari daun-daun serta berbagai kotoran menempel di Musholla ini.

Mushollanya sangat sederhana, mihrabnya dibuat menjorok keluar berbentuk persegi. kemudian pada tiap sisinya diberikan 2 jendela kaca dengan warna kusen hijau. Jika kita mencoba untuk melakukan ibadah di dalam masjid ini, suasana yang didapatkan akan berbeda dengan masjid kebanyakan. Suasana klasik, adem, ayem, dapat kita rasakan didalamnya.

 

Objek Wisata Makam Godog mempunyai daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Tempatnya yang berada di ketinggian dengan pemandangan yang sangat asri dan indah, memberikan sensasi takjub pada pengunjungnya. Apalagi, pada beberapa spot pengunjung dapat melihat pemandangan wilayah Garut dari ketinggian. Sehingga, jika dilihat pada malam hari, kerlap-kerlip lampu di garut menjadi sangat indah dipandang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *