Masjid Syeikh Lutfullah

Masjid Syeikh Loftollah (Lutfullah) merupakan sebuah mahakarya arsitektural bangunan yang sangat megah khas Iran yang dibangun pada masa kejayaan Kekaisaran Safawi. Bangunan Masjidnya berdiri di sisi timur Lapangan Naghsh-I Jahan, Esfahan, Negara Iran.

Masjid Syeikh Lutfullah

Sejarah Pembangunan Masjid Syeikh Lutfullah

Pembangunan Masjid Syeikh Lutfullah ini dimulai pada tahun 1603 dan baru selesai pada tahun 1619. Sehingga, jika dihitung sampai hari ini, umurnya sudah lebih dari 4 abad (400 tahun). Masjid ini dibangun oleh Kepala Arsitek Syaikh Bahai, pada masa kejayaan Shah Abbas I dari Persia, atas saran dari Arthur Upham Pope, Reza Shah Pahlavi. Pemegang pemerintah pada saat itu memerintahkan agar masjid yang pada awalnya berupa bangunan musholla dibangun kembali dengan lebih megah.  Perbaikan terakhir yang dapat kita lihat sampai saat ini dilaukan pada tahun 1920-an.

Sebenarnya ada 4 monumen yang mendominasi di sekeliling Lapangan Naqsh-e I Jahan, namun bangunan Masjid Syeikh Lutfullah inilah yang pertama kali dibangun pada masanya.

Tujuan pembangunan masjid ini adalah pada awalnya dimaksudkan sebagai sebuah Masjid Istana Kerajaan, tidak seperti masjid-masjid lainnya yang diperuntukkan untuk umum. Untuk alasan inilah pada awalnya pembangunan tidak memiliki menara. Apalagi dari tahun 1600-an, tidak ada orang barat yang boleh memasuki wilayah ini, apalagi menyentuh bangunan tersebut.

Tidak lama kemudian, pintu Masjid Syeikh Lutfullah terbuka untuk umum, dan masyarakat sekitar dapat mengagumi usaha yang dibuat oleh Shah Abbas untuk menjadi tempat ini sebagai tempat suci bagi kerajaan. Dibalut dengan ubin yang indah yang hampir menutupi seluruh bagian masjidnya.

Untuk membatasi antara jalan raya dan bangunan masjid, Shah Abbas memerintahkan arsiteknya untuk membangun terowongan yang membentang di piazza dari Istana Ali Qapu ke bangunan masjid ini.

Saat mencapai pintu masuk masjid, pengunjung diharuskan berjalan melalui lorong yang cukup berputar-putar, sampai akhirnya tiba di bangunan utamanya. Sepanjang bagian ini ada beberapa penjaga yang berdiri untuk menjaga jalan masuk tersebut.  Hal seperti itu konon digunakan sebagai bentuk pertahanan kerajaan dari dunia luar, namun saat ini setelah masjid dibuka untuk umum, lorong-lorong dibawah alun-alun (lapangan) tersebtu sudah tidak digunakan lagi.

Sepanjang sejarahnya, Masjid ini telah memiliki berbagai nama yang berbeda-beda. Bagi Junabadi masjid ini disebut dengan “Masjed-e Qubbat-e ‘Azim” atau “Masjid Kubah Besar”, sementara beberapa sejarawan kontempoper Iskandar Mushi menyebut masjid ini sebagai “Masjid Murni”.

Disisi lain, pelancong dari Eropa speerti Jean Chardin menyebut masjid ini dengan nama “Masjid Syeikh Lutfullah” seperti yang kita kenal saat ini. Hal ini karena pada bagian prasasti masjid tersirat nama “Syeikh Lutfullah” atau “Syeikh Lutfallah”.

Arsitektural Bangunan Masjid Syeikh Lutfullah

arsitektur Masjid Syeikh Lutfullah

Masjid Syeikh Lutfullah ini dibangun dengan sangat megah, bahkan kemegahan kubahnya hampir tiada tara dan tidak bisa ditemukan di masjid lainny.a Kubahnya dibuat dari bangunan beton, dengan corak ornamen seperti batik yang sangat indah dengan latar belakang berwarna coklat. Kemudian pada leher kubah tersebut dibalut dengan corak mozaik dan beberapa kaligrafi dengan tulisan berbeda-beda dengan latar belakang warna biru laut.

Cora yang sama juga diterapkan dibagian pintu gerbangnya, sehingga keindahan masjid ini lebih terasa. Sedangkan untuk bagian tembok bangunannya dibuat secara masif, dengan bangunan berlantai 2 yang terlihat sangat kokoh.

Beberapa jendela juga turut diimplementasikan diseluruh sudut bangunan utamanya, dengan balutan warna coklat cerah dan putih di keseluruhan bangunannya. Dibagian depan masjid terdapat taman dengan kolam air mancur yang semakin menambah kesejukan di areal tersebut meskipun area Iran memiliki cuaca yang sangat panas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *