Masjid YAMP Al-Hidayah Teluk Ampel

Karawang adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Barat. Pada awalnya Karawang adalah sebuah kota yang terkenal sebagai Lumbung Padi. Hal tersebut dikarenakan wilayah Karawang memiliki wilayah pertanian yang begitu luas. Namun, saat ini Karawang lebih dikenal sebagai kota industri dimana banyak sekali pabrik-pabrik yang didirikan disana. semua pergerakan dari segi industri kini sudah menguasai Karawang. Meskipun demikian, hal itu juga membantu meningkatkan ekonomi masyarakat karawang dan juga beberapa masyarakat lainnya yang berasaldari luar wilayah Karawang.

Masjid YAMP Al-Hidayah Teluk Ampel

Mayoritas penduduk Karawang pada tahun 2007 telah mencapai 2.073.356 jiwa. Mayoritas dari penduduknya beragama islam karena tak lepas dari sejarah masuk dan tersebarnya ajaran islam di Karawang oleh seorang Syekh Quro’. Beliau sendiri merupakan seseorang dari Mekah yang di utus oleh Raja Campa dalam sebuah pelayaran dari Dinasti Ming ke Majapahhit. Ketika kapal yang ditumpangi beiau tiba di Pura, Karawang, Syekh Quro beserta pengikut lainnya turun disana dan tinggal di wilayah tersebut sambil menyebarkan ajaran islam. Lambat laun pun islam mulai diterima oleh masyarakat karawang dan menjadi pilihan pertama yang diyakini oleh masyarakat Karawang.

Oleh karena itu, tak hanya bangunan industri saja yang mendominasi Karawang, bangunan masjid untuk musim melaksanakan ibadah pun banyak ditemukan di Karawang. Salah satunya adalah masjid YAMP Al-Hidayah yang berlokasi di Desa Karyamakmur, Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang Jawa Barat. Masjid tersebut merupakan salah satu bangunan yang telah didirikan oleh Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila atau disingkat dengan YAMP. Tepatnya pada masa pemeritahan Presiden Soeharto. Masjid yang didirika oleh YAMP di Karawang ini didirikan di Kampung Teluk Ampel. Lokasi dari masjid tersebut tidak jauh dengan tpian jalan raya Batujaya meskipun harus masuk ke tempat tersebut sekitar beberapa meter dari jalan utama. Namun dari kejauhan pun masjid YAMP Al-Hidayah dapat terlihat.

Desain dari bangunan masjid YAMP Al-Hidayah tak jauh berbeda dengan bangunan masjid YAMP lainnya. Dengan ciri khas bangunan Nuantara yang persis seperti masjid Agung Demak. Pada bagan atap masjidnya khas dengan limas yang bersusun tiga ditambah dengan adanya teras di setiap ketiga sisi luarnya. Tetapi pada bagian interior masjid YAMP Al-Hidayah tidak memiliki tiang soko guru yang berfungsi untuk menopang atap masjid. Seingga pada bagian ruang utama untuk melaksanakan shalat terlihat sangat luas.

interior Masjid YAMP Al-Hidayah Teluk Ampel

Pada bagian tembok sebelah utara masjid terdapat sebuah prasasti yang sengaja di letakkan disana dan ditandatangani secara langsung oleh Presiden Soeharto. Tetapi disana tidak dicantumkan tanggal pembangunan masjid YAMP Al-Hidayah yang biasanya tertera di plakat masjid. Karena ada bukti sebuah tandatangan dari Presiden RI ke 2 yaitu Presiden Soeharto, tentunya diperkirakan usia dari bangunan masjid YAMP Al-Hidayah sudah sangat lama. Bahkan dapat tergolong sebagai masjid kuno yang hingga kini masih berdiri kokoh. Meskipun sudah sangat lama didirikan, namun bangunan masjid tersebut terkesan terawat. Bahkan setiap sore menjelang maghrib pengurus masjid selalu melantunkan ayat suci Al-Qur’an hingga datang waktunya shalat maghrib. Lalu mengumandangkan adzan serta menunggu para jamaah warga sekitar untuk melaksanakan ibadah shalat berjamaah.

Para jamaah masjid YAMP Al-Hidayah tidak pernah sepi. Selalu ada jamaah yang melaksanakan shalat atau mengaji di masjid tersebut. Terutama ditambah dengan suasana masjid yang begitu adem dan nyaman membuat para jamaah masjid semakin betah dan ingin tinggal lebih lama untuk beribadah di masjid tersebut. Terlebih lantai masjid sudah menggunakan keramik warna putih sehingga terasa lebih sejuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *